Pasbana - Di tengah kondisi pasar saham yang bergerak cepat dan semakin kompetitif, investor sering kali terjebak pada satu rasio keuangan tertentu sebagai patokan utama keputusan investasi.
Padahal, seperti menilai sebuah rumah hanya dari cat luarnya, satu rasio saja tidak cukup untuk menggambarkan kualitas sebuah perusahaan.
Artikel ini akan membantu Anda memahami pasangan-pasangan rasio keuangan yang lebih powerful jika digunakan secara bersamaan—memberikan gambaran lebih utuh, tajam, dan relevan terhadap kinerja emiten.
Pendekatan ini makin penting ketika IHSG menghadapi volatilitas global, perlambatan ekonomi, hingga rotasi sektor.
Dengan bahasa sederhana, contoh konkret, dan manfaat langsung yang bisa dipakai untuk keputusan investasi Anda—berikut ulasan lengkapnya.
1. ROE + DER: Mengukur Keuntungan Tanpa “Dopingan” Utang
Return on Equity (ROE) yang tinggi terlihat menggoda. Namun, investor perlu cek apa penyebabnya. Bisa jadi ROE tinggi terjadi karena perusahaan memakai utang besar, ibarat atlet yang terlihat kuat padahal “didorong suplemen”.
Apa yang perlu diperhatikan?
ROE tinggi + DER rendah → sehat. Perusahaan mampu mencetak laba tanpa ketergantungan pada utang.
ROE tinggi + DER tinggi → waspada. Bisa jadi labanya “terangkat” oleh leverage.
Contoh kasus:
Di laporan keuangan Q2 tahun ini, beberapa emiten consumer goods mencatat ROE tinggi namun didukung DER >1x, menandakan risiko beban bunga ke depan.
2. Dividend Yield + Dividend Payout Ratio: Menilai Keberlanjutan Dividen
Dividend yield tinggi memang menggoda, tetapi bisa jadi “jebakan betmen”.
🏷️ Perhatikan:
DY tinggi + DPR rendah → aman dan berkelanjutan.
DY tinggi + DPR sangat tinggi → hati-hati.
Bisa jadi perusahaan mengorbankan modal kerja dan pertumbuhan.
Analogi: Ibarat seseorang yang memberi uang banyak pada Anda, tetapi tabungannya sebenarnya hampir habis.
3. Net Profit Margin + Inventory Turnover: Margin Tinggi atau Perputaran Cepat?
Profit perusahaan tidak hanya karena marginnya tebal, tapi bisa juga karena barang berputar cepat.
🏷️ Karakter industri:
Retail → NPM tipis, ITO tinggi
Produk premium → NPM tebal, ITO rendah
Perusahaan efisien → keduanya tinggi
Manfaat: Anda bisa membandingkan perusahaan apple-to-apple sesuai industrinya, sehingga analisis lebih objektif.
4. Sales Growth + Operating Profit Margin: Bertumbuh Sekaligus Efisien
Perusahaan boleh saja meningkatkan penjualan, tapi jika beban operasional membengkak, pertumbuhan itu tidak berkualitas.
Sinyal positif:
Penjualan naik → OPM stabil/naik
Penjualan naik → OPM turun → promosi berlebihan? efisiensi bermasalah?
5. Capex to Revenue Ratio + Interest Coverage Ratio: Ekspansi Sehat atau Beban Bunga?
Capex besar bisa berarti ekspansi, tetapi juga bisa sinyal risiko.
Cara membaca:
Capex/Revenue naik → cek ICR
ICR tinggi → aman
ICR rendah → waspada karena beban bunga mungkin menekan arus kas
6. FCF Yield + P/E Ratio: Apakah Valuasinya Masuk Akal?
Ini salah satu pasangan rasio paling disukai value investor.
Indikasi undervalue:
FCF Yield tinggi + P/E rendah
FCF rendah + P/E tinggi → biasanya perusahaan growth
FCF rendah + P/E rendah → alarm merah, mungkin ada masalah bisnis
FCF Yield tinggi + P/E rendah
FCF rendah + P/E tinggi → biasanya perusahaan growth
FCF rendah + P/E rendah → alarm merah, mungkin ada masalah bisnis
7. ROE + Earnings Growth Rate: Mencari Saham Compounder
Compounder adalah perusahaan yang bisa tumbuh tanpa menurunkan efektivitas modal.
Clue:
ROE tinggi
Earnings growth stabil/tinggi
Perusahaan seperti ini biasanya menjadi multi-year winner di portofolio investor jangka panjang.
8. Sales Growth + OPM Growth + Net Income Growth: Konsistensi Pertumbuhan
Ini adalah triple-check. Jika ketiganya tumbuh serempak, kualitas pertumbuhannya kuat.
Jika hanya salah satu tumbuh:
Sales naik → laba tidak → biaya membengkak
Sales naik → laba tidak → biaya membengkak
Laba naik → sales stagnan → ada pendapatan non-operasional
OPM naik → sales turun → efisiensi sesaat?
9. Net Profit Margin + Asset Turnover: Menilai Efektivitas Aset
Sederhananya: ROA = NPM × ATO.
Interpretasi:
NPM tinggi + ATO tinggi → perusahaan efisien sekaligus produktif
NPM tinggi + ATO rendah → produk premium
NPM rendah + ATO tinggi → volume game (ritel, distributor)
NPM tinggi + ATO tinggi → perusahaan efisien sekaligus produktif
NPM tinggi + ATO rendah → produk premium
NPM rendah + ATO tinggi → volume game (ritel, distributor)
Kombinasi terbaik selalu yang menghasilkan ROA tinggi.
10. Dividend Yield + Dividend Growth Rate: Untuk Penganut Dividend Growth Investing
Investor dividen tidak hanya ingin dividen besar, tetapi juga bertumbuh.
🏷️ Kriteria yang dicari:
Yield cukup menarik
Pertumbuhan dividen konsisten (minimal 3–5 tahun)
Tanpa pertumbuhan dividen, nilai uang tergerus inflasi.
Kenapa Kombinasi Rasio Ini Penting di Tengah Dinamika IHSG?
Di tengah perlambatan ekonomi global, suku bunga tinggi, dan rotasi sektor yang cepat, investor perlu memiliki alat analisis yang lebih komprehensif.
Kombinasi rasio ini membuat Anda:
✔ Melihat kualitas pertumbuhan secara lebih jernih
✔ Menilai keberlanjutan laba dan dividen
✔ Mengukur efektivitas penggunaan modal
✔ Menghindari value traps
✔ Menemukan saham compounder yang jarang terlihat di permukaan
✔ Melihat kualitas pertumbuhan secara lebih jernih
✔ Menilai keberlanjutan laba dan dividen
✔ Mengukur efektivitas penggunaan modal
✔ Menghindari value traps
✔ Menemukan saham compounder yang jarang terlihat di permukaan
Seperti memeriksa kesehatan tubuh, Anda tidak cukup cek suhu. Anda butuh tekanan darah, nadi, sampai hasil darah. Begitu pula dengan rasio keuangan.
Tips Praktis untuk Investor Pemula & Menengah
- Gunakan minimal dua rasio untuk setiap keputusan investasi.
- Bandingkan antar emiten dalam industri yang sama.
- Cek konsistensi data minimal 3–5 tahun ke belakang.
- Jangan buru-buru beli saham hanya karena angka terlihat “bagus”.
- Selaraskan rasio dengan kondisi makro (suku bunga, komoditas, nilai tukar).
Menggunakan rasio keuangan secara berpasangan tidak hanya membantu Anda mengambil keputusan lebih objektif, tapi juga mencegah Anda masuk ke saham yang “terlihat menarik tetapi ternyata menipu”.
Dengan pendekatan ini, Anda lebih siap menghadapi dinamika pasar dan menjadi investor yang makin matang.
(*).




