Padang Panjang, pasbana — Kepedulian terhadap korban bencana kembali mengalir dari lingkungan pendidikan. SMP Muhammadiyah Kauman Padang Panjang menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “SMP Muhammadiyah Peduli Bencana Sumbar” sebagai wujud solidaritas atas bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat pada pekan terakhir November 2025.
Kegiatan ini digagas oleh Pembina IPM/OSIS, M. Ainul Fikri, sebagai respons cepat atas meningkatnya jumlah warga terdampak bencana. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (28/11), sedikitnya 3.412 warga di Sumbar harus mengungsi akibat banjir dan longsor yang melanda tujuh kabupaten/kota. Kondisi ini mendorong keluarga besar SMP Muhammadiyah Kauman Padang Panjang untuk turun tangan memberikan bantuan.
“Kami memang belum bisa memberi banyak, namun rasa cinta dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah tidak akan pernah surut,” ujar M. Ainul Fikri, Sabtu (29/11), menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter sosial bagi seluruh siswa.
Bantuan yang berhasil dihimpun diserahkan langsung oleh Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Kauman Padang Panjang, Abril, yang juga merupakan anggota Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pabasko. Penyerahan dilakukan di Posko Pengungsian Kota Padang Panjang, dan diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang.
Selain untuk pengungsi, sebagian bantuan juga dialokasikan ke dapur umum dan diterima oleh para relawan MDMC yang sedang bertugas. Bantuan tersebut terdiri dari bahan pangan, pakaian layak pakai, serta donasi uang tunai.
Abril menjelaskan bahwa seluruh bantuan berasal dari partisipasi berbagai elemen sekolah. “Donasi ini adalah wujud kepedulian bersama. Mulai dari guru, siswa, karyawan, hingga alumni ikut berkontribusi. Insya Allah bantuan ini tidak berhenti sampai di sini. Kami akan melanjutkan di tahap berikutnya hingga kondisi kembali aman dan kondusif,” ujarnya.
Menurut data internal sekolah, aksi penggalangan dana dilakukan selama tiga hari dan berhasil menghimpun puluhan paket bantuan kebutuhan pokok serta sejumlah dana yang langsung disalurkan melalui relawan MDMC.
Aksi kemanusiaan tersebut tidak hanya bertujuan membantu sesama, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa. Sekolah berharap gerakan ini dapat menguatkan semangat gotong royong sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda mengenai pentingnya hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana.
“Ini adalah momen penting untuk menanamkan empati dan aksi nyata. Kami ingin menunjukkan bahwa nilai kepedulian tidak hanya diajarkan, tetapi juga dilaksanakan,” kata Abril.
Aksi “SMP Muhammadiyah Peduli Bencana Sumbar” menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama masyarakat, terutama di sektor pendidikan. Di tengah bencana yang melanda, partisipasi aktif sekolah seperti ini memberi harapan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan lembaga kemanusiaan mampu mempercepat pemulihan di daerah terdampak.
Dengan berlanjutnya komitmen dari berbagai pihak, sekolah berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para pengungsi sekaligus memperkuat jaringan kepedulian sosial di Sumatera Barat.(abr)





