Notification

×

Iklan

Iklan

Gubernur Sumbar Minta BWS Sumatera V Percepat Normalisasi Sungai untuk Tekan Risiko Banjir Susulan

07 Januari 2026 | 16:00 WIB Last Updated 2026-01-07T09:00:10Z


Padang, pasbana— Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V segera menurunkan alat berat guna mempercepat normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan akibat bencana hidrometeorologi. Langkah ini dinilai mendesak untuk mengurangi potensi banjir susulan di wilayah rawan, khususnya kawasan permukiman padat.

Permintaan tersebut disampaikan Mahyeldi saat meninjau sejumlah daerah aliran sungai (DAS) terdampak banjir bandang di Kota Padang, Selasa (6/1/2026). Ia menegaskan, hasil Focus Group Discussion (FGD) lintas instansi pada Senin (5/1/2026) telah menyepakati percepatan penanganan infrastruktur pascabencana, dengan dukungan sekitar 50 unit alat berat yang disiapkan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera V.

“Masih banyak material kayu tersangkut dan sedimentasi yang membuat sungai dangkal. Jika tidak segera ditangani, risiko luapan air saat debit meningkat akan semakin besar,” ujar Mahyeldi.

Berdasarkan pantauan lapangan, kondisi paling mengkhawatirkan terdapat di DAS Batang Kuranji yang berada di tengah permukiman warga. Selain itu, Sungai Tabiang Banda Gadang dan Lubuk Minturun juga masuk dalam prioritas penanganan karena mengalami pendangkalan signifikan.

Mahyeldi juga membuka peluang pemanfaatan material kayu sisa banjir oleh masyarakat, selama mengikuti ketentuan yang berlaku. Ia meminta camat, lurah, dan wali nagari berkoordinasi agar pembersihan sungai berjalan optimal sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga terdampak.

Peninjauan tersebut turut didampingi jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar, termasuk Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Barat, serta unsur terkait lainnya.

Pemerintah daerah berharap normalisasi sungai dapat segera dilakukan untuk memulihkan fungsi DAS dan meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update