Pesisir Selatan, pasbana - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung lokasi terdampak bencana hidrometeorologi di Nagari Pancuang Taba dan Taratak Teleang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (1/1/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat, pengungsian, serta pemulihan pascabencana berjalan efektif dan tepat sasaran.
Di lokasi pengungsian, tercatat 115 kepala keluarga atau 306 jiwa masih mengungsi. Mahyeldi memastikan seluruh pengungsi telah terdata dan kebutuhan dasar—makanan, logistik, dan layanan kesehatan—dalam kondisi aman. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca yang masih dinamis.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menyiapkan dukungan anggaran lebih dari Rp5,7 miliar untuk Kabupaten Pesisir Selatan, terdiri dari Rp4 miliar bantuan Presiden Republik Indonesia dan Rp1,73 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) provinsi.
“Dana ini sudah ditransfer ke kas daerah akhir Desember dan menjadi modal awal penanganan tanggap darurat. Jika kurang, akan disesuaikan,” ujar Mahyeldi.
Selain penanganan darurat, Mahyeldi meninjau pembangunan hunian sementara (huntara). Saat ini, 22 dari total 62 unit huntara telah dibangun, dengan target rampung 10 Januari 2026.
Pemerintah juga menyiapkan 94 unit hunian tetap (huntap), sementara warga yang mengungsi mandiri akan menerima Dana Tunggu Hunian.
Pemulihan infrastruktur—jalan, jembatan, rumah ibadah, sawah, sekolah, dan puskesmas—dilakukan bertahap. Untuk rumah rusak sedang dan ringan, pendataan oleh BNPB menetapkan bantuan Rp30 juta dan Rp15 juta. Pemerintah menegaskan komitmen hadir hingga kondisi warga pulih sepenuhnya.(*)




