Payakumbuh, pasbana – Ruang Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Nunang Daya Bangun (NDB) biasanya identik dengan suasana formal. Ruangan itu kerap riuh oleh perdebatan teknis soal ketebalan aspal jalan atau urgensi perbaikan drainase. Namun, baru-baru ini, suasana seketika berubah menjadi lebih teduh dan hangat.
Kehadiran Erlindawati, M.Pd., Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, memberikan warna yang berbeda. Di sana, bukan sekadar proyek yang dibahas, melainkan sebuah pertemuan hati yang tulus antara suara rakyat dan kasih sayang seorang pemimpin terhadap generasinya.
Bagi Erlindawati, membangun sebuah kota bukanlah urusan menata beton dan semen semata. Ia membawa keyakinan bahwa fondasi pembangunan yang sesungguhnya adalah menjaga "detak jantung" generasi muda. Di sela-sela diskusi perencanaan pembangunan fisik, ia memberikan sentuhan nyata yang langsung menyasar lini terdepan pembinaan masyarakat (pemuda dan pendidikan agama).
"Pembangunan fisik itu penting, namun menjaga masa depan anak-anak kita melalui pendidikan Al-Qur'an dan ruang kreatif bagi pemuda adalah investasi yang tak ternilai harganya," ungkap Erlindawati.
Dalam momen yang penuh rasa kekeluargaan tersebut, Erlindawati menitipkan harapan besar melalui dana stimulan. Tidak sekadar memberi bantuan nominal, ia seolah sedang menanam benih untuk masa depan NDB.
Untuk Karang Taruna, ia menyerahkan bantuan sebesar Rp2.000.000 sebagai "bahan bakar" agar api kreativitas pemuda tidak padam. Baginya, di tangan pemudalah wajah sosial NDB akan terus bergerak dinamis. Tak lupa, dukungan serupa sebesar Rp2.000.000 diberikan kepada remaja masjid guna memastikan masjid tetap menjadi pusat peradaban dan pembentukan karakter di tengah gempuran zaman.
Sentuhan kasih sayang itu kian terasa saat ia mengalokasikan Rp5.000.000 khusus untuk Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA). Sebuah langkah nyata untuk memastikan lantunan ayat-ayat suci terus bergema dari bibir generasi kecil di Nunang Daya Bangun.
Kehadiran Erlindawati hari itu menjadi bukti nyata bahwa kursi parlemen bukanlah jarak yang memisahkan, melainkan jembatan yang mendekatkan. Senyum merekah dari para pengurus Karang Taruna, remaja masjid, dan guru-guru TPA menjadi penutup manis yang menegaskan bahwa ada perhatian besar di balik setiap kebijakan yang ia ambil.
Aksi nyata ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh tokoh masyarakat dan jajaran pemerintahan kelurahan. Mereka mengapresiasi cara Erlindawati memimpin yang tidak hanya mendengarkan usulan infrastruktur, tetapi juga merangkul jiwa dan masa depan warganya.
"Kami sangat berterima kasih. Ini adalah suntikan semangat bagi kami, khususnya bagi mereka yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pembinaan warga," ujar salah satu perwakilan kelurahan.
Man, seorang warga setempat, turut merasakan kehangatan tersebut. Baginya, Musrenbang kali ini terasa istimewa. Ia melihat sosok pemimpin yang tidak hanya datang untuk berpidato, tetapi datang untuk membawa perubahan bermakna yang menyentuh hingga ke akar rumput. (BD)




