Notification

×

Iklan

Iklan

Pendapatan Pajak Melemah, Defisit APBN 2025 Mendekati Batas 3% PDB

09 Januari 2026 | 20:53 WIB Last Updated 2026-01-10T00:58:08Z


Jakarta, pasbana - Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada Kamis (8/1) memaparkan realisasi sementara APBN 2025 sekaligus merilis APBN 2026 yang telah disahkan. Paparan tersebut menyoroti tekanan pada pendapatan negara, lonjakan belanja pemerintah pusat, serta pelebaran defisit fiskal.

Pendapatan negara 2025 tercatat turun 3,3% secara tahunan (YoY) dan baru mencapai 92% dari target. Pelemahan terutama bersumber dari penerimaan pajak yang turun 0,7% YoY dan hanya terealisasi 88% dari target. 

Menurut Kementerian Keuangan, kondisi ini dipengaruhi moderasi harga komoditas, peningkatan restitusi akibat relaksasi dan percepatan pemeriksaan, serta kebijakan fiskal untuk menjaga daya beli dan keberlanjutan usaha. Untuk berikutnya, APBN 2026 menargetkan pendapatan negara tumbuh 14,4% YoY, dengan pajak diproyeksikan melonjak sekitar 23%.

Di sisi belanja, realisasi 2025 naik 2,7% YoY dan mencapai 95% target, didorong belanja pemerintah pusat yang tumbuh 4,2% YoY, sementara transfer ke daerah turun 1,7% YoY. 

Salah satu pendorong utama adalah program Makanan Bergizi Gratis yang telah menjangkau 56,1 juta penerima manfaat (68% dari target 82,9 juta), dengan realisasi anggaran sekitar Rp52 triliun atau 73% dari pagu.

Kombinasi pendapatan dan belanja tersebut menghasilkan defisit APBN 2025 sebesar 2,92% terhadap PDB, mendekati batas regulasi 3% dan lebih lebar dibanding 2024. Adapun APBN 2026 menargetkan defisit 2,68% PDB. 

Namun, target ini menuntut kenaikan penerimaan yang agresif, sementara pelebaran defisit berpotensi menekan nilai tukar rupiah, yang pada Kamis (8/1) melemah ke Rp16.793 per dolar AS, terlemah sejak April 2025.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update