![]() |
| Langit Nikmatul Azim atlet pencak silat Tangan Mas Payakumbuh saat meraih medali perak di kejuaraan Kemenpora Championship 2025. |
Payakumbuh, pasbana – Di tengah riuhnya sorak-sorai penonton di GOR Nan Ompek Kota Payakumbuh dalam gelaran Piala Kemenpora Championship 2025 lalu, muncul satu nama yang mencuri perhatian. Ia adalah Langit Nikmatul Azim, siswa kelas VII.5 SMP Negeri 4 Kota Payakumbuh yang sukses membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi di tingkat provinsi.
Dengan rasa bangga dan syukur yang mendalam, keluarga besar SMP Negeri 4 Kota Payakumbuh menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Langit Nikmatul Azim atas keberhasilannya meraih juara II (medali perak) kejuaraan pencak silat piala Kemenpora Championship 2025
tingkat provinsi Sumatera Barat.
"Prestasi luar biasa ini merupakan bukti dari kerja keras, kedisiplinan, dan dedikasi yang tinggi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan jajaran pelatih di Perguruan PS Tangan Mas yang telah membimbing Ananda hingga mencapai titik ini," ujar Kepala Sekolah SMP N 4 Payakumbuh Sri Wahyu Ningsih, S.Pd didampingi Wali Kelas VII.5 Erna Wati kepada media ini, Kamis (15/1/2026) di Payakumbuh.
Sri Wahyu Ningsih menambahkan pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung minat dan bakat siswanya, terutama dalam mengejar cita-citanya.
"Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi ananda untuk terus berprestasi di masa depan dan menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya di lingkungan SMP Negeri 4 Kota Payakumbuh," ungkap gurunya.
Berlaga dengan penuh ketenangan, Langit berhasil menyabet juara II dan membawa pulang medali perak dalam kejuaraan pencak silat bergengsi tersebut. Keberhasilan ini bukan sekadar tentang medali yang melingkar di lehernya, melainkan tentang dedikasi panjang seorang remaja yang sedang merajut jalan menuju cita-citanya.
Kemenangan Langit tidak datang begitu saja. Di bawah bendera perguruan PS Tangan Mas Payakumbuh, ia ditempa dengan disiplin tinggi. Di mata sang pelatih, Arief Fadli, Langit adalah sosok atlet yang memiliki kemauan keras dan fokus yang tajam selama latihan.
"Prestasi ini adalah buah dari kerja keras dan latihan yang konsisten. Langit punya potensi besar jika terus diasah dengan disiplin yang sama," ujar Coach Arief Fadli.
Bagi pasangan Bayu Denura dan Mega Meningsih, Langit adalah kebanggaan. Sebagai anak laki-laki pertama, ia memikul harapan besar orang tuanya untuk menjadi sosok yang tangguh dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Dari perguruan Tangan Mas hingga ke puncak prestasi nasional, Langit Nikmatul Azim telah membuktikan bahwa dengan tekad sebiru langit, tak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk diraih," ujar orang tuanya.
Dukungan penuh dari orang tua menjadi bahan bakar utama bagi Langit saat melangkah ke gelanggang. Namun, medali perak ini barulah awal.
Remaja yang kini menempuh pendidikan di SMPN 4 Payakumbuh ini memiliki pandangan jauh ke depan. Pencak silat baginya adalah sarana untuk melatih fisik dan mental demi mewujudkan mimpi besarnya menjadi tentara melalui Akademi Militer (AKMIL).
Sambil menggenggam medali peraknya, Langit mengungkapkan bahwa setiap tetes keringat di latihan ia niatkan untuk masa depannya.
"Pencak silat ini bukan cuma soal menang tanding, tapi cara saya melatih fisik dan mental. Saya ingin sekali masuk Akmil nanti. Saya ingin jadi tentara yang kuat untuk membela negara, dan disiplin di silat ini adalah langkah awal saya menuju ke sana," ujar Langit.
Bagi Langit, setiap bantingan dan tendangan yang ia lakukan di arena silat adalah simulasi dari kedisiplinan prajurit yang ia impikan. Dengan medali Kemenpora di tangannya, jalan menuju pengabdian negara terasa satu langkah lebih dekat. (BD)




