Tanah Datar, pasbana— Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMPN 3 X Koto yang berada di Nagari Singgalang, Kabupaten Tanah Datar. Seorang siswanya, Zhia Dirana Akbar, tampil memberikan orasi ilmiah dalam Seminar Internasional Keanekaragaman Hayati Sumatera (HKS) yang digelar oleh Departemen Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang (UNP).
Seminar internasional tersebut mengusung tema “The Future of Malayan Tapir Conservation in Sumatera” dan dilaksanakan di Aula FMIPA UNP, Senin (9/2/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta dari dua negara, yakni Indonesia dan Malaysia. Sebanyak sekitar 90 peserta dari Malaysia mengikuti seminar secara daring melalui Zoom, sementara peserta dari Indonesia hadir langsung di lokasi kegiatan.
Dalam forum ilmiah itu, Zhia tampil percaya diri menyampaikan orasi ilmiah tentang pentingnya pelestarian tapir Malaya (Tapirus indicus) sebagai satwa langka dan indikator keseimbangan ekosistem hutan Sumatera. Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian satwa dilindungi di tengah ancaman kerusakan habitat dan perburuan liar.
Penampilan Zhia mendapat perhatian khusus dari para peserta seminar karena masih berstatus sebagai siswa sekolah menengah pertama, namun mampu tampil di hadapan para pakar dan peneliti konservasi dari dua negara.
Seminar internasional ini menghadirkan tiga pembicara utama, yakni:
Dr. Wilson Novarino, M.Si (Tapir Researcher, Universitas Andalas),
Dr. Evelyn Lim Ai Lin (Senior Lecturer Faculty of Forestry and Environment, Universiti Putra Malaysia/UPM),
serta Mohd. Sanusi Mohamed (Project Manager Copenhagen Zoo, Malaysia).
Para narasumber memaparkan hasil riset terbaru tentang kondisi populasi tapir Malaya serta tantangan konservasi di kawasan hutan Sumatera dan Semenanjung Malaysia. Mereka juga menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam menjaga kelestarian satwa tersebut.
Pihak SMPN 3 X Koto menyebut capaian ini sebagai momen bersejarah bagi sekolah yang berada di Nagari Singgalang tersebut.
“Ini menjadi sejarah bagi SMPN 3 X Koto. Sekolah yang berada di kampung, namun tetap visioner dan mampu melahirkan siswa yang berani tampil di forum ilmiah internasional,” ungkap pihak sekolah.
Keberhasilan Zhia tidak terlepas dari dukungan guru pembimbing serta lingkungan sekolah yang aktif mendorong siswa terlibat dalam kegiatan literasi sains dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Partisipasi siswa SMP dari Nagari Singgalang dalam forum ilmiah internasional ini menjadi bukti bahwa pendidikan di daerah mampu melahirkan generasi yang memiliki kepedulian global terhadap isu lingkungan dan keanekaragaman hayati.(*)







