Notification

×

Iklan

Iklan

Dua Siswi SMAN 1 Padang Panjang Raih Bronze Medal di Malaysia, Satu-Satunya Delegasi SMA Indonesia di Kategori Kesehatan

17 Februari 2026 | 14:55 WIB Last Updated 2026-02-17T08:11:09Z


Padang Panjang, pasbana— Dua siswi kelas X SMAN 1 Padang Panjang menorehkan prestasi internasional dalam ajang International Student Competition (ISC) yang digelar 14–15 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kompetisi ilmiah yang diselenggarakan Universiti Putra Malaysia itu diikuti peserta dari enam negara dengan delapan kategori bidang.

Adalah Zhafira Muthie Azzayani (X.2) dan Aisya Athfah Mardhiyah (X.9) yang sukses meraih Bronze Medal pada kategori Health. Keduanya menjadi satu-satunya peserta jenjang SMA dari Indonesia di bidang tersebut, bersaing langsung dengan mahasiswa kedokteran dan kesehatan dari berbagai universitas.




ISC diawali seleksi esai bertema Global Synergy for Sustainable Development. Dari 25 esai kategori Health, karya Muthie dan Aisya berjudul “CatechiPop – A Leaf to Lollipop: Innovation Redefining Gambir Leaf for Sustainable Health” masuk peringkat 10 besar dan melaju ke babak presentasi final secara luring.

Dalam presentasinya, mereka menawarkan inovasi pengolahan daun gambir menjadi permen lollipop rendah risiko lonjakan gula darah. Produk ini ditujukan sebagai alternatif lebih sehat bagi remaja yang gemar konsumsi makanan tinggi gula, sekaligus mengangkat potensi lokal sebagai solusi kesehatan berkelanjutan. 




Muthie, yang berpengalaman di kompetisi karya tulis ilmiah, berkolaborasi dengan Aisya yang memiliki minat pada farmasi dan desain. Sinergi riset dan visualisasi menjadi kekuatan utama presentasi mereka.



Salah satu momen menarik terjadi saat seorang dosen pembimbing dari universitas luar negeri menanyakan asal delegasi. Ketika mengetahui keduanya masih siswa kelas X, dosen tersebut terkejut dan menjadikan mereka contoh keberanian di hadapan mahasiswa yang ia dampingi.

Kepala sekolah SMAN 1 Padang Panjang, Budhi Hermawan menyatakan apresiasi atas capaian ini sebagai bukti bahwa pelajar daerah mampu bersaing di forum global. 



Bagi Muthie dan Aisya, pengalaman ini bukan hanya tentang medali, melainkan latihan public speaking berbahasa Inggris serta keberanian tampil di level internasional.

Prestasi ini menegaskan bahwa inovasi berbasis potensi lokal, jika dikemas dengan riset yang kuat, mampu menembus panggung dunia.(humas/*) 

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update