Notification

×

Iklan

Iklan

Enam Siswi SMP QU Cahaya Al-Qur’an Padang Panjang Tuntaskan Hafalan 30 Juz, Program Takhassus Cetak Hafizhah Muda dalam 8 Bulan

18 Februari 2026 | 17:20 WIB Last Updated 2026-02-18T10:20:31Z


Padang Panjang, pasbana– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMP QU Cahaya Al-Qur’an Padang Panjang. Hingga pertengahan Februari 2026, enam dari delapan peserta Program Takhassus 30 Juz berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an secara penuh dalam kurun waktu delapan bulan.

Dua siswi terbaru yang menyelesaikan setoran akhir hafalan pada 16 Februari 2026 adalah Nabila Mardhiyah Rifani dan Fhirani Syawalatu Hasanah, keduanya dari kelas VIII A. Keberhasilan ini menambah daftar hafizhah muda yang lahir dari program unggulan sekolah tersebut.

Program Dimulai Sejak September 2025


Program Takhassus 30 Juz resmi dimulai pada 13 September 2025. Dirancang sebagai program intensif berdurasi delapan bulan, kegiatan ini difokuskan pada percepatan hafalan Al-Qur’an dengan sistem pendampingan ketat dan terstruktur.

Dari delapan peserta yang lolos seleksi, enam siswi telah menuntaskan hafalan, yakni:

  • Himiya Hazimah Anas (26 November 2025)
  • Fajra Sakhia (16 Januari 2026)
  • Keysha Tri Wulandari (16 Januari 2026)
  • Nailaturrahmah (22 Januari 2026)
  • Nabila Mardhiyah Rifani (16 Februari 2026)
  • Fhirani Syawalatu Hasanah (16 Februari 2026)

Dua peserta lainnya saat ini masih dalam proses penyelesaian hafalan tahap akhir.
Seleksi Ketat dan Pendampingan Intensif
Program ini berada di bawah bimbingan Ustzh Muthi’ah, S.Pd Al-Hafizhah dan Ustzh Afifah Khairunnisa. Para peserta dipilih melalui dua tahapan seleksi yang meliputi uji kelayakan hafalan, kemampuan akademik, serta kesiapan mental dan spiritual.

Kepala Tahfizh sekolah, Ust. Muhammad Hasan, S.Ag, menjelaskan bahwa hafalan 30 juz bukan sekadar target akademik, melainkan amanah besar yang harus dijaga.

“Al-Qur’an adalah kalamullah yang suci. Ia tidak akan bersatu dengan hati yang lalai. Siapa yang telah dimuliakan dengan hafalan Al-Qur’an, maka ia harus menjaga diri dari perbuatan yang mengundang murka Allah,” ujarnya dalam taujih kepada para siswi dan orang tua.

Apresiasi Yayasan dan Harapan ke Depan


Pembina Yayasan, Dr. H. Gusmaizal Syandri, M.Pd, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan para siswi merupakan nikmat besar yang harus dijaga dengan istiqamah.



“Semoga para hafizhah ini menjadi generasi penerus yang menjaga Al-Qur’an dengan hati, mengamalkannya dalam kehidupan, dan menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa,” katanya. 

Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan bahwa usia remaja bukan penghalang untuk meraih prestasi besar dalam bidang keagamaan. Justru pada usia inilah fondasi karakter dan spiritualitas dibangun secara kuat.

Suasana Haru dan Dukungan Keluarga


Prosesi setoran akhir hafalan berlangsung dalam suasana haru. Orang tua yang hadir tak kuasa menahan air mata bahagia. Bagi mereka, keberhasilan putri-putri mereka menuntaskan hafalan 30 juz menjadi kebanggaan sekaligus amanah yang harus dijaga bersama.

Secara nasional, tren pendidikan tahfizh di Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan. Data Kementerian Agama dalam beberapa tahun terakhir mencatat pertumbuhan lembaga pendidikan berbasis Al-Qur’an yang semakin meningkat, seiring tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Qur’ani.




Keberhasilan enam siswi ini sekaligus memperkuat posisi SMP QU Cahaya Al-Qur’an Padang Panjang sebagai salah satu lembaga pendidikan yang konsisten mencetak generasi penghafal Al-Qur’an melalui sistem pembinaan terstruktur dan seleksi yang ketat.

Komitmen Melahirkan Generasi Qur’ani


Pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi Qur’ani yang kokoh iman, luas ilmu, dan berakhlak mulia. Dukungan guru, keluarga, serta lingkungan menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi hafalan para siswi. 

Dengan masih tersisanya dua peserta dalam tahap akhir program, harapan besar pun disematkan agar seluruh angkatan Takhassus 30 Juz tahun 2025–2026 dapat menyelesaikan hafalan secara sempurna.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan internal sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa dengan disiplin, pendampingan intensif, serta dukungan orang tua, target besar seperti hafalan 30 juz dapat dicapai dalam waktu relatif singkat.

Sebagaimana doa yang terus dipanjatkan keluarga besar sekolah, Al-Qur’an diharapkan menjadi cahaya dalam kehidupan para siswi, sekaligus bekal berharga untuk masa depan mereka di dunia dan akhirat.(*) 

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update