Notification

×

Iklan

Iklan

OJK Bentuk Satgas Reformasi Pasar Modal: Sinyal Kuat Pembenahan IHSG di Tengah Dinamika Global

09 Februari 2026 | 20:27 WIB Last Updated 2026-02-09T13:27:04Z


Pasbana - Pasar saham ibarat mesin besar. Jika satu komponennya aus, performanya ikut tersendat. Di tengah volatilitas global, arus dana asing yang fluktuatif, dan tuntutan transparansi yang makin tinggi, Indonesia memilih untuk tidak diam.

Bloomberg melaporkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memimpin pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Reformasi Pasar Modal, bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Bursa Efek Indonesia (BEI)

Informasi ini disampaikan langsung oleh Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi.

Langkah ini bukan sekadar formalitas birokrasi. Ini adalah sinyal kuat: pasar modal Indonesia sedang disiapkan untuk naik kelas.

Lalu, apa arti pembentukan satgas ini bagi investor, pelaku pasar, dan masyarakat luas?

Mengapa Reformasi Pasar Modal Mendesak?


Dalam beberapa tahun terakhir, pasar saham Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan. Data BEI menyebutkan jumlah investor saham domestik telah menembus lebih dari 12 juta Single Investor Identification (SID) pada 2024, melonjak drastis dibandingkan lima tahun lalu yang masih di bawah 2 juta.
Namun, pertumbuhan kuantitas belum tentu diiringi kualitas.

Beberapa tantangan yang dihadapi pasar modal Indonesia saat ini antara lain:

  • Volatilitas IHSG akibat sentimen global, terutama kebijakan suku bunga The Fed.
  • Dominasi investor ritel jangka pendek, yang rentan panik saat pasar terkoreksi.
  • Kebutuhan peningkatan transparansi dan perlindungan investor.
  • Pendalaman pasar (market deepening) agar likuiditas lebih kuat dan stabil.

Menurut laporan Bank Indonesia dan OJK, stabilitas pasar keuangan Indonesia relatif terjaga, namun risiko eksternal seperti perlambatan ekonomi global tetap menjadi faktor penguji.

Dalam konteks inilah, reformasi menjadi kebutuhan, bukan pilihan.

Apa Itu Satgas Reformasi Pasar Modal?


Satgas ini dapat dianalogikan seperti “tim dokter spesialis” yang memeriksa kesehatan pasar modal secara menyeluruh.

Tugas utamanya kemungkinan akan mencakup:
  • Evaluasi regulasi yang ada
  • Perbaikan sistem pengawasan dan perlindungan investor
  • Penguatan tata kelola emiten
  • Pendalaman instrumen investasi
  • Meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat regional

Kolaborasi lintas lembaga — OJK, Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan BEI — menunjukkan bahwa reformasi ini bersifat strategis dan nasional.

Artinya, ini bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan bagian dari agenda besar penguatan sektor keuangan Indonesia.

Dampaknya Bagi Investor dan IHSG


Bagi investor, pembentukan satgas ini bisa menjadi angin segar.

Mengapa?
Karena reformasi yang tepat dapat menghasilkan:

1️⃣ Regulasi Lebih Transparan
Aturan yang jelas membuat pelaku pasar lebih percaya diri. Investor asing pun cenderung lebih nyaman masuk ke pasar yang regulasinya stabil dan konsisten.

2️⃣ Likuiditas Meningkat
Jika pasar semakin dalam (lebih banyak instrumen dan partisipan institusi), maka pergerakan harga tidak mudah terguncang hanya oleh sentimen sesaat.

3️⃣ Perlindungan Investor Lebih Kuat
Kasus manipulasi atau praktik tidak sehat bisa ditekan. Investor ritel lebih terlindungi.

4️⃣ Peluang Emiten Berkualitas Masuk Bursa
Reformasi bisa mendorong perusahaan besar dan startup potensial untuk IPO di Indonesia, bukan di luar negeri.

Pelajaran dari Negara Lain


Beberapa negara Asia seperti Korea Selatan dan India melakukan reformasi pasar modal dalam 10–15 tahun terakhir. Hasilnya?
  • Partisipasi investor domestik meningkat
  • Kapitalisasi pasar tumbuh signifikan
  • Arus dana asing lebih stabil

Indonesia memiliki potensi serupa. Dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan bonus demografi yang kuat, pasar modal bisa menjadi mesin pembiayaan utama pembangunan nasional.

Apa yang Perlu Dilakukan Investor Sekarang?


Di tengah rencana reformasi ini, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan masyarakat:

✔ Perkuat Literasi Finansial
Jangan hanya ikut-ikutan tren. Pahami laporan keuangan dasar dan model bisnis perusahaan.

✔ Fokus pada Saham Fundamental Kuat
Perusahaan dengan laba stabil, utang terkendali, dan tata kelola baik cenderung lebih tahan gejolak.

✔ Diversifikasi
Jangan taruh semua dana di satu saham atau satu sektor.

✔ Pikirkan Jangka Panjang
Reformasi pasar biasanya berdampak bertahap. Investor sabar biasanya mendapat hasil lebih optimal.

Momentum Transformasi Pasar Modal Indonesia


Pembentukan Satgas Reformasi Pasar Modal menunjukkan bahwa regulator tidak menutup mata terhadap dinamika yang terjadi. Justru sebaliknya, ini adalah upaya proaktif memperkuat fondasi pasar saham Indonesia.

Dalam jangka pendek, volatilitas mungkin tetap terjadi. Tapi dalam jangka panjang, reformasi yang konsisten berpotensi membuat IHSG lebih sehat, transparan, dan kompetitif di kawasan.

Seperti membangun rumah, pondasi yang kuat memang tidak selalu terlihat, tetapi menentukan ketahanan bangunan dalam jangka panjang.(*) 

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update