Notification

×

Iklan

Iklan

Proses Kreatif Seorang Teaterawan Latihannya Seumur Hidup

26 Februari 2026 | 18:09 WIB Last Updated 2026-02-26T11:09:46Z


Oleh: Sulaiman Juned *)

"Seniman Teater latihannya seumur hidup. Tak ada pensiun buat seorang seniman kecuali mati" (Arifin C. Noer | Teaterawan Indonesia)

Pasbana - Teater Modern merupakan sebuah karya dan kerja kolektif. Pertunjukannya menjadi penuturan hidup dalam kehidupan manusia. Produksi teater membutuhkan kekompakan tim produksi dan artistik. 

Kemampuan ini menawarkan  wilayah komunikasi teater. Komunikasi bersifat empiris, meskipun cakupannya sampai ke wilayah gagasan, konsep, emosional dan prilaku. 

Pementasan teater akan berkualitas apabila memiliki kematangan identitas. Kematangan identitas akan terjadi lewat kualitas artistik dalam mewujudkan realitas teater melalui spektakel (bahasa panggung) meruang dalam peristiwa teater. Bahasa pangung (spektakel) yang utama adalah aktor.




Transformasi ke realitas pertunjukan merupakan tugas aktor/aktris yang harus cerdas dalam menafsirkan lakon untuk memunculkan konsep akting. Aktor sepanjang pertunjukan hendaknya cakap dalam menciptakan laku, meruangkan sudut pandang dramatik lakon dan penciptaan ruang teaterikal. 

Aktor juga harus memiliki nalar yang tinggi. Sesungguhnya kerja teater tidak dapat diraih dalam tempo yang singkat, namun harus ditempuh dalam rentang waktu berpuluh tahun. Kerja teater bagi seorang aktor butuh wawasan, kecerdasan, kesabaran, ketekunan, dan tawakal serta latihan terus menerus tak henti.




Menjadi aktor yang handal bukanlah memilih naskah lakon lalu latihan. Namun butuh latihan dasar yang tak henti. Latihan tersebut, yakni Pernafasan, Olah Vokal, Olah Tubuh, dan Olah Sukma, serta Meditasi. 

Proses latihan inilah yang selalu penulis lakukan bersama di Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang semenjak berdiri tahunn1997 sampai dengan hari ini (2023) yang latihan dasar dilakukan setiap hari Minggu di sekretariat seni Kuflet, Kampung Jambak Padangpanjang.




Mempersiapkan tubuh untuk menghadapi latihan melalui tekhnik dasar secara berkesinambungan. Tubuh harus diolah seperti 'tanah liat' (harus mampu dipadatkan dan dilenturkan). Sementara vokal sebagai kenderaan imaji harus mampu menyampaikan pesan ke telinga penonton. 

Rasa, sukma dan meditasi merupakan perangkat dalam pembentukan diri seorang aktor/aktris untuk selalu menerima rangsangan sensitif dari otak  mengelola penguatan tubuh, vokal dan emosi yang terpancar melalui hati. Latihan seperti ini mengerahkan kekuatan rohani dan pikiran. 

Inilah yang  penulis lakukan dalam proses kreatif baik itu ketika penulis masih berada di Banda Aceh melakukan latihan dasar  bersama anggota Sanggar Cempala Karya Banda Aceh di lapangan Tenis atawa di bawah pohon besar dekat Kantin Cempala Darussalam, Banda Aceh. Juga sesekali latihannya di Lobi FKIP Unsyiah (kini= USK), begitu juga latihannya bersama UKM. 




Teater NOL Unsyiah yang kami dirikan bersama Jarwansyah, sedangkan latihan di Komunitas Seni Kuflet juga melakukan hal yang sama secara rutin setiap minggu tanpa henti agar calon aktor/aktris tersebut insyaAllah menjadi teaterawan muda dari kota Padangpanjang untuk masa depan Indonesia. Kini dalam bulan ramadan Kominitas Seni Kuflet juga tetap melakukan latihan dasar teater.

Pendidikan teater ini akan berguna bagi pendidikan nasional khususnya bagi anak-anak yang akhirnya memiliki kemampuan dan wawasan tentang seni dalam menciptakan pendidikan berkarakter. Bravo! (*)

*) Sulaiman Juned merupakan Doktor Penciptaan Seni Teater, Ia merupakan Sastrawan, Esais, Kolomnis, dan Sutradara  Teater, Dosen Jurusan Seni Teater ISI Padangpanjang, Pendiri Sanggar Cempala Karya Banda Aceh, Pendiri UKM Teater NOL Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Pendiri Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, Penerima Penghargaan Pin Emas bidang Seni Budaya dan Adat Istiadat dari Pemda Kota Padang Panjang, Ketua umum Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Sumatera Barat.

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update