Pasbana - Aroma nastar, kastengel, hingga putri salju memang sulit ditolak saat Hari Raya Idul Fitri. Di tengah suasana silaturahmi dan meja penuh hidangan, kue kering kerap jadi “teman ngobrol” yang tak terasa sudah habis berkeping-keping. Tapi, seberapa banyak sebenarnya yang masih tergolong aman untuk dikonsumsi?
Menurut ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada, yakni Mutia Nur Amalina dan Pratiwi Dinia Sari, kue kering termasuk makanan tinggi gula dan lemak yang perlu dibatasi. Konsumsi berlebihan berisiko meningkatkan kadar gula darah, berat badan, hingga memicu gangguan metabolik.
“Porsi ideal kue kering hanya sekitar 10–20 persen dari total kebutuhan kalori harian, atau maksimal lima keping per hari,” jelas mereka.
Angka ini mungkin terdengar kecil, tapi cukup realistis jika dikombinasikan dengan pola makan seimbang. Apalagi saat Lebaran, bukan hanya kue kering yang menggoda, tetapi juga opor, rendang, dan aneka minuman manis.
Kunci utamanya ada pada kontrol diri. Salah satu trik sederhana adalah menggunakan piring kecil agar porsi tetap terkendali. Selain itu, batasi minuman manis kemasan maksimal satu kali sehari, dan imbangi dengan konsumsi air putih serta buah segar.
Lebaran tetap bisa dinikmati tanpa rasa bersalah, selama kita bijak mengatur asupan. Ingat, menikmati bukan berarti berlebihan—cukup secukupnya, agar tubuh tetap sehat dan momen kebersamaan tetap berkesan.(*)




