Notification

×

Iklan

Iklan

PLTSa Padang Disiapkan, Sampah 800 Ton Sehari Ditargetkan Jadi Energi

28 Maret 2026 | 05:29 WIB Last Updated 2026-03-28T01:33:36Z


Padang, pasbana - Pemerintah Kota Padang mempercepat rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi jangka panjang penanganan sampah sekaligus sumber energi baru. Proyek strategis nasional ini disiapkan menjadi pusat pengolahan sampah regional di Sumatera Barat.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan produksi sampah kota saat ini mencapai 700–800 ton per hari, dengan sekitar 70 persen masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tanpa pengolahan optimal.

“Kapasitas pengolahan yang disiapkan sekitar 450–500 ton per hari. PLTSa ini bukan hanya untuk Padang, tetapi juga mendukung daerah sekitar seperti Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, dan Solok,” ujar Fadly dalam pertemuan bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Jumat (27/3/2026).

Sebagai langkah awal, Pemko Padang tengah menyelesaikan pembebasan lahan belasan hektare di kawasan Air Dingin untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern.

Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup, Tulus Laksono, menegaskan perubahan sistem dari sanitary landfill menuju pengolahan energi menjadi kebutuhan mendesak kota besar. “Keterbatasan lahan membuat sampah harus memiliki nilai ekonomi, salah satunya melalui konversi energi,” katanya.

Pendanaan proyek direncanakan berasal dari investasi nasional melalui Danantara dengan skema pembiayaan penuh. Kajian kelayakan menunjukkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan PLTSa akan digunakan secara komplementer untuk mengolah seluruh volume sampah harian.
Minat investasi swasta juga mulai muncul, termasuk dari sektor energi nasional.

Pemerintah optimistis proyek ini memperkuat posisi Padang yang kini berada di peringkat ke-8 nasional kategori “Menuju Kota Bersih” sekaligus mempercepat transformasi pengelolaan lingkungan berkelanjutan.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update