Dharmasraya , pasbana— Pemerintah Kabupaten Dharmasraya kembali mendorong penguatan budaya literasi melalui penyelenggaraan Lomba Bertutur tingkat SD/MI Tahun 2026. Kegiatan yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia sekaligus pelestarian budaya lokal.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dharmasraya, M. Syukri, di Pulau Punjung, Rabu (15/4/2026), mengatakan lomba tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga bertujuan membangun keberanian anak berbicara di depan publik, meningkatkan kemampuan literasi, serta menanamkan nilai budaya Minangkabau sejak usia dini.
“Literasi merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan. Melalui lomba bertutur, kami ingin melahirkan pelajar yang cerdas, percaya diri, dan berkarakter,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi bertutur memiliki peran penting dalam pendidikan karakter karena sarat pesan moral dan kearifan lokal. Pemerintah daerah menilai revitalisasi budaya bertutur menjadi langkah strategis di tengah tantangan era digital yang menuntut kemampuan komunikasi dan literasi yang kuat.
Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 17 Maret 2026 hingga kuota terpenuhi. Lomba dijadwalkan berlangsung pada 20–21 Mei 2026 di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Dharmasraya, Kompleks Sport Center Koto Padang.
Peserta akan memperebutkan total hadiah Rp16,5 juta, meliputi Juara I Rp5 juta, Juara II Rp4 juta, Juara III Rp3 juta, serta juara harapan. Pemenang juga memperoleh piala, piagam, dan uang pembinaan.
Pemkab Dharmasraya mengajak sekolah, guru, dan orang tua mendorong partisipasi siswa. Melalui gerakan literasi ini, pemerintah berharap lahir generasi muda yang unggul, kreatif, dan berdaya saing.(*)




