Tanah Datar, pasbana - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, sejak sore hingga malam memicu bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di sejumlah kawasan. Data terbaru pemerintah daerah per 15 Mei 2026 pukul 10.00 WIB menunjukkan dampak cukup luas terhadap permukiman warga dan infrastruktur publik.
Sebanyak tujuh kecamatan terdampak, yakni Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Tanjung Emas, Padang Ganting, Salimpaung, Sungai Tarab, dan Tanjung Baru. Total 16 nagari/desa dilaporkan mengalami banjir maupun longsor.
Dari sisi kemanusiaan, tercatat 340 kepala keluarga terdampak dan 58 warga mengungsi akibat kondisi rumah yang tidak lagi aman ditempati.
Kerusakan infrastruktur menjadi perhatian utama. Sedikitnya 12 ruas jalan rusak berat, 12 ruas rusak ringan, serta 6 jembatan putus. Selain itu, jaringan irigasi, sekolah, rumah ibadah, hingga fasilitas pertanian ikut terdampak. Data sementara mencatat 19 rumah rusak berat, 11 rusak sedang, dan 104 rusak ringan, sementara beberapa kendaraan dilaporkan hanyut terbawa arus.
Sektor ekonomi masyarakat juga terpukul. Sekitar 198,28 hektare sawah dan hampir 2 hektare ladang terdampak banjir. Sebanyak 23 pelaku UMKM ikut merasakan dampaknya, disertai kerugian pada sektor peternakan dan perikanan, termasuk puluhan kolam ikan yang rusak.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan masih melakukan pendataan lanjutan di lapangan. Otoritas mengingatkan masyarakat tetap waspada karena data kerusakan dan korban berpotensi berubah mengikuti perkembangan situasi cuaca dan kondisi wilayah terdampak. (*)




