Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Pangan Bergerak Naik, Dompet Masyarakat Kembali Diuji

06 Mei 2026 | 16:50 WIB Last Updated 2026-05-06T09:50:21Z


Jakarta, pasbana - Kenaikan harga pangan kembali menjadi sinyal penting bagi perekonomian rumah tangga. Pada Rabu (6/5/2026), sejumlah komoditas kebutuhan pokok kompak mengalami kenaikan harga di pasar tradisional. Fenomena ini bukan sekadar angka statistik, melainkan realitas yang langsung terasa di dapur masyarakat.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia, harga beras di hampir seluruh kategori mengalami kenaikan sejak pagi hari. Beras kualitas bawah I naik menjadi Rp15.200 per kilogram, sementara kualitas bawah II mencapai Rp15.350 per kg. Kenaikan juga merambat ke beras medium hingga premium, dengan harga tertinggi beras super I menyentuh Rp17.800 per kilogram.

Kondisi ini menunjukkan tekanan biaya pangan masih belum mereda. Beras sebagai komoditas utama memiliki efek psikologis sekaligus ekonomi: ketika harga beras naik, persepsi mahalnya biaya hidup ikut meningkat.

Minyak goreng memperlihatkan arah yang lebih beragam. Minyak kemasan bermerek II naik menjadi Rp23.350 per kg, sedangkan minyak kemasan bermerek I dan minyak curah justru mengalami penurunan harga. Artinya, pasar masih mencari titik keseimbangan antara pasokan dan daya beli masyarakat.

Sementara itu, gula pasir menjadi salah satu komoditas dengan lonjakan paling terasa. Gula lokal naik menjadi Rp20.050 per kg, sedangkan gula premium melonjak hingga Rp22.150 per kilogram. Harga protein hewani juga ikut bergerak: telur ayam ras naik menjadi Rp32.850 per kg dan daging sapi kualitas I menembus Rp150.900 per kilogram. Sebaliknya, daging ayam ras segar justru turun menjadi Rp35.250 per kg.

Kelompok cabai kembali menunjukkan karakter khasnya—fluktuatif. Cabai merah besar dan cabai merah keriting melonjak hingga di atas Rp50 ribu per kg. Namun cabai rawit hijau dan merah malah turun tajam. Di sisi lain, bawang merah dan bawang putih ikut naik signifikan, masing-masing mencapai Rp49.100 dan Rp44.400 per kilogram.

Pergerakan harga hari ini memberi pesan sederhana: stabilitas pangan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Ketika harga naik bergantian, masyarakat dipaksa semakin cermat mengatur belanja, sementara pemerintah dituntut menjaga pasokan tetap aman agar inflasi tidak semakin membebani ekonomi rumah tangga.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update