Pasbana - Aroma bambu terbakar perlahan menyeruak dari dapur kayu. Di sudut ruangan, gulungan daun pisang mengepulkan wangi khas yang akrab bagi banyak orang Minangkabau.
Sementara itu, kuah durian hangat yang kental terus diaduk di atas tungku, menghadirkan perpaduan aroma manis dan gurih yang sulit ditolak. Dari proses sederhana itulah lahir satu sajian legendaris: lamang durian.
Kuliner tradisional khas Minangkabau ini bukan sekadar makanan penutup. Lamang durian adalah cerita tentang kebersamaan, tradisi memasak turun-temurun, dan cara masyarakat Sumatera Barat merayakan musim durian dengan penuh rasa syukur.
Lamang dibuat dari beras ketan yang dimasukkan ke dalam bambu muda, lalu dilapisi daun pisang agar tidak lengket saat dibakar. Santan yang telah diberi sedikit garam dituangkan hingga meresap ke sela-sela ketan.
Proses memasaknya pun tidak instan. Bambu harus dipanggang perlahan selama tiga hingga empat jam sambil diputar berkala agar matang merata.
Hasilnya adalah ketan yang pulen, lembut, dengan bagian luar sedikit berkerak dan aroma asap bambu yang khas. Di sinilah letak keistimewaannya. Saat lamang hangat dipotong-potong lalu disiram kuah durian kental bercampur gula merah dan santan, terciptalah perpaduan rasa yang nyaris sempurna.
Gurih alami dari ketan santan bertemu manis legit durian matang. Teksturnya kontras, tetapi saling melengkapi. Aroma durian yang tajam justru menyatu harmonis dengan harum bambu bakar.
Di banyak daerah di Sumatera Barat, lamang durian kerap hadir saat momen keluarga, acara adat, hingga musim panen durian. Hidangan ini juga semakin populer sebagai daya tarik wisata kuliner karena menawarkan pengalaman rasa yang autentik dan sulit ditemukan di tempat lain.
Menariknya, meski zaman terus berubah, proses pembuatan lamang masih dipertahankan secara tradisional. Banyak perajin percaya rasa terbaik lahir dari kesabaran dan api kayu yang stabil, bukan dari mesin modern.
Kini, lamang durian tidak hanya dinikmati warga lokal. Wisatawan yang datang ke Ranah Minang mulai menjadikannya sebagai daftar wajib kuliner yang harus dicoba. Sensasi hangat, legit, dan gurihnya mampu menghadirkan kenangan yang melekat lama di ingatan.
Bagi pencinta kuliner nusantara, lamang durian adalah bukti bahwa warisan tradisi bisa tetap hidup lewat rasa. Satu suapan saja sudah cukup membawa orang memahami bagaimana budaya Minang merawat cita rasa dengan penuh cinta dan kesederhanaan. Makin tahu Indonesia. (*)





