Notification

×

Iklan

Iklan

Festival Minangkabau 2026 Jadi Motor Wisata dan UMKM, Mahyeldi: Budaya Penggerak Ekonomi

26 Juni 2026 | 00:29 WIB Last Updated 2026-06-26T01:29:55Z
 


TANAH DATAR, pasbana – Festival Minangkabau 2026 kembali menjadi panggung promosi budaya Sumatera Barat sekaligus penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Masuk untuk keenam kalinya dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, festival ini diyakini mampu memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM dan masyarakat.

Saat membuka festival di kawasan Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (25/6/2026), Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan budaya tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga aset strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Pariwisata budaya harus memberi manfaat nyata. UMKM bergerak, kuliner laku, penginapan terisi, transportasi hidup, dan masyarakat memiliki ruang untuk berkarya," kata Mahyeldi.

Festival Minangkabau 2026 menghadirkan beragam atraksi budaya, mulai dari pawai budaya, tari tradisional, arak-arakan jamba, makan bajamba, permainan tradisional, pameran benda pusaka, desa wisata, hingga bazar produk UMKM dan ekonomi kreatif.

Menurut Mahyeldi, keberhasilan festival kembali masuk dalam KEN membuktikan budaya lokal yang dikelola secara profesional mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Ia juga mengungkapkan sektor pariwisata terus memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat. Pada triwulan I 2026, ekonomi daerah tumbuh 5,02 persen, didorong meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara serta penguatan promosi digital yang melibatkan para kreator konten.

Sementara itu, Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kementerian Pariwisata, Nova Arisne, menilai Festival Minangkabau menjadi momentum penting memperkuat citra budaya Minangkabau sebagai destinasi wisata berkelas sekaligus penggerak ekonomi kreatif.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menambahkan festival tersebut juga menjadi upaya memperkenalkan nilai-nilai budaya Minangkabau kepada dunia, sekaligus membangkitkan sektor pariwisata daerah pascabencana dengan tetap berpegang pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update