Padang Panjang, pasbana– Komunitas Seni Kuflet kembali menjadi tempat berkumpulnya para pegiat sastra dari berbagai daerah di Indonesia. Pada Sabtu (6/6/2026), komunitas yang bermarkas di Padang Panjang ini menerima kunjungan sejumlah penyair dari berbagai wilayah Nusantara dalam suasana penuh kehangatan dan persaudaraan.
Seperti biasa, setiap Sabtu petang Kuflet menggelar diskusi rutin yang diikuti anggota komunitas dan pegiat sastra.
Namun, pertemuan kali ini terasa istimewa karena dihadiri sejumlah penyair ternama dari berbagai daerah, yakni Firman Wally dari Ambon, Fathurrozi Nuril Furqon dari Sumenep, Jawa Timur, DE Eka Putrakha dari Bandung, serta Refdinal Muzan dari Bukittinggi.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pembina Komunitas Seni Kuflet, Muhammad Subhan, dan Pendiri Kuflet, Dr. Sulaiman Juned, M.Sn. Dalam suasana akrab, para penyair, anggota komunitas, dan pegiat sastra saling bertukar cerita, pengalaman berkesenian, serta pandangan mengenai perkembangan sastra di Indonesia.
"Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Semua yang hadir berbagi pengalaman dan gagasan tentang dunia sastra serta perkembangan komunitas seni di berbagai daerah," ujar Ketua Harian Kuflet, Nofa Saputra.
Pembina Komunitas Seni Kuflet, Muhammad Subhan, mengatakan bahwa Kuflet selalu terbuka bagi para seniman dan penyair yang melakukan perjalanan ke Sumatra Barat, khususnya Padang Panjang.
"Setiap penyair Indonesia yang berkunjung ke Sumatra sudah semestinya mampir ke Komunitas Seni Kuflet. Selain untuk bersilaturahmi, pertemuan seperti ini menjadi ruang berdiskusi tentang perkembangan sastra dan upaya menumbuhkan organisasi seni, baik di kota maupun di desa. Kuflet siap menjadi 'rumah' bagi para seniman yang berada di kota ini maupun yang sedang melakukan perjalanan ke Sumatra Barat," katanya.
Sementara itu, Pendiri Komunitas Seni Kuflet, Dr. Sulaiman Juned, M.Sn., mengenang perjalanan panjang penyelenggaraan Temu Penyair Asia Tenggara I dan II yang digelar di Kota Padang Panjang pada tahun 2018 dan 2022.
Menurutnya, Kuflet berkomitmen untuk terus menjadi penggerak kegiatan sastra di kawasan Asia Tenggara. Bahkan, komunitas tersebut berencana kembali menggelar Temu Penyair Asia Tenggara III pada tahun depan di Kota Padang Panjang.
"Insyaallah, tahun depan Kuflet kembali menjadi motor penggerak penyelenggaraan Temu Penyair Asia Tenggara III di Kota Padang Panjang," ujar sastrawan dan sutradara teater yang bersama Muhammad Subhan menjadi penggagas kegiatan tersebut.
Kesan mendalam juga disampaikan oleh Firman Wally, penyair asal Ambon. Ia mengaku terkesan dengan sambutan hangat yang diberikan keluarga besar Kuflet.
"Ini merupakan kali pertama kami menginjakkan kaki di Pulau Sumatra, dan langsung datang ke Sumatra Barat. Rasanya belum lengkap jika sudah berada di Sumatra Barat tanpa singgah ke Komunitas Seni Kuflet untuk bertemu dan berdiskusi dengan tokoh-tokoh sastra seperti Sulaiman Juned dan Muhammad Subhan," ujarnya.
Firman juga mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan alam Sumatra Barat yang ia saksikan sepanjang perjalanan.
"Kami sangat terpesona oleh panorama alam Sumatra Barat, mulai dari Kelok Sembilan hingga berbagai pemandangan indah yang memanjakan mata," katanya.
Pertemuan yang berlangsung sederhana tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Bagi mereka, sastra bukan sekadar ruang untuk melahirkan karya, tetapi juga jembatan yang mempererat persaudaraan antarseniman dari berbagai daerah.
Melalui diskusi hangat, cerita pengalaman, dan canda tawa yang dibagikan bersama, terjalin ikatan kebersamaan yang semakin kuat di antara para pegiat sastra yang hadir.
Menutup pertemuan, Nofa Saputra kembali menegaskan bahwa pintu Kuflet selalu terbuka bagi siapa saja yang sedang melakukan perjalanan sastra ke Sumatra Barat.
"Siapa pun penyair yang sedang melakukan perjalanan ke Sumatra Barat, silakan singgah di rumah kami, Kuflet. Mari mempererat tali silaturahmi dan membawa pulang kenangan indah tentang keramahan Sumatra Barat, serta harapan untuk kembali bertemu dalam perjalanan sastra berikutnya," tuturnya.
Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, Pendiri Kuflet, Dr. Sulaiman Juned, menyerahkan buku puisi terbarunya yang berjudul Padangpanjang 999 kepada keempat penyair tamu yang hadir dalam pertemuan tersebut.
(Avaruk)







