Notification

×

Iklan

Iklan

Masjid Tuo Ampang Gadang: Jejak Dua Abad Peradaban Islam yang Mulai Dipugar

20 Juni 2026 | 13:04 WIB Last Updated 2026-06-20T06:04:20Z


Limapuluh Kota, pasbana - Di sebuah sudut tenang di Jorong Ampang Gadang, Nagari Tujuah Koto Talago, Kabupaten Lima Puluh Kota, berdiri sebuah bangunan kayu tua yang telah melewati zaman. Usianya lebih dari dua abad, namun denyut sejarah yang tersimpan di dalamnya masih terasa hidup hingga hari ini.

Masjid Tuo Ampang Gadang—yang juga dikenal sebagai Masjid Al-Ihsan Baruah—bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah saksi perjalanan Islam di pedalaman Minangkabau, sekaligus penanda masa-masa perjuangan Tuanku Imam Bonjol pada era Perang Padri melawan kolonial Belanda.
Didirikan sejak sekitar 1822 dan rampung pada 1837, masjid ini menjadi salah satu cagar budaya penting di Sumatera Barat.

Arsitekturnya memadukan kekayaan tradisi Minangkabau dengan sentuhan sejarah yang unik. Atap tumpang tiga berbentuk kerucut khas Minangkabau menaungi bangunan utama berbentuk bujur sangkar yang seluruhnya terbuat dari kayu dengan model rumah panggung. Di bagian dalam, tiang-tiang tua, ornamen dekoratif, serta kaligrafi asli masih terjaga.

Keunikan lainnya terlihat pada menara bata merah yang dibangun pada 1901. Menara berlapis kapur tersebut menghadirkan perpaduan gaya Eropa dan Persia, menyerupai menara Masjid Jamik Taluak di Bukittinggi.




Sabtu (20/6/2026), Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan pemugaran tahap pertama Masjid Tuo Ampang Gadang bersama Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya babak baru pelestarian warisan sejarah tersebut.

“Setelah renovasi diperlukan dukungan masyarakat, pemerintah kabupaten, dan DPRD untuk mengaktivasi masjid,” ujar Fadli Zon.

Menurutnya, pelestarian cagar budaya tidak cukup hanya memperbaiki fisik bangunan. Kawasan sekitar juga akan ditata, dilengkapi informasi sejarah, serta dikembangkan sebagai pusat budaya dan peradaban masyarakat.

Bupati Safni Sikumbang menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap warisan budaya daerah. Ia meyakini pengembangan Masjid Tuo Ampang Gadang sejalan dengan arah pembangunan yang menempatkan kebudayaan sebagai sektor strategis.

Ke depan, kawasan bersejarah ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata religi, sejarah, kuliner, hingga wisata alam. Harapannya, jejak masa lalu yang tersimpan di Masjid Tuo Ampang Gadang tidak hanya terus lestari, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Sebab, di balik kayu-kayu tua dan menara merah yang menjulang, tersimpan cerita panjang tentang iman, peradaban, dan identitas Minangkabau yang tak lekang oleh zaman. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update