Notification

×

Iklan

Iklan

Payakumbuh Genjot Wisata Budaya Lewat Tradisi Baadok-Adok di Setiap Nagari

28 Juni 2026 | 18:02 WIB Last Updated 2026-06-28T11:02:47Z


PAYAKUMBUH, pasbana – Pemerintah Kota Payakumbuh semakin serius menjadikan adat Minangkabau sebagai kekuatan utama pengembangan pariwisata. Melalui program Satu Iven Satu Nagari, tradisi lokal didorong menjadi atraksi wisata yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Komitmen itu kembali ditegaskan dalam pergelaran Baadok-Adok di Nagari Koto Nan Gadang, Minggu (28/6/2026). Agenda tersebut telah masuk dalam Kalender Iven Pariwisata Kota Payakumbuh dan menjadi salah satu ikon pelestarian budaya berbasis nagari.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, mengatakan pengembangan wisata budaya tidak hanya bertujuan menjaga warisan leluhur, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.

"Melalui program Satu Iven Satu Nagari, tradisi yang diwariskan turun-temurun tetap hidup sekaligus memiliki nilai ekonomi melalui sektor pariwisata," ujarnya.

Menurutnya, derasnya arus perubahan sosial menuntut setiap nagari memperkuat perlindungan terhadap adat. Karena itu, pemerintah mendorong lahirnya regulasi adat sebagai payung hukum agar tradisi tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Elzadaswarman juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam setiap kegiatan adat. Ia menilai partisipasi pemuda menjadi kunci agar budaya Minangkabau tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Prosesi Baadok-Adok berlangsung meriah dengan penampilan talempong pacik, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, hingga simulasi tata cara adat perkawinan khas Koto Nan Gadang yang diperagakan oleh niniak mamak. Tradisi tersebut menjadi daya tarik utama sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan.

Melalui penguatan wisata budaya berbasis nagari, Pemerintah Kota Payakumbuh optimistis kunjungan wisatawan akan meningkat, promosi daerah semakin luas, serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif tanpa menghilangkan jati diri budaya Minangkabau. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update