Notification

×

Iklan

Iklan

Pemko Payakumbuh Salurkan 6.000 Baglog Jamur untuk Tekan Stunting

24 Juni 2026 | 15:43 WIB Last Updated 2026-06-24T08:43:11Z


PAYAKUMBUH, pasbana – Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui program budidaya jamur tiram bagi keluarga miskin yang masuk kategori berisiko stunting. Sebanyak 6.000 baglog jamur tiram disalurkan kepada 40 kepala keluarga penerima manfaat yang tersebar di sejumlah kelurahan prioritas.

Program yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh pada Rabu (24/6/2026) itu tidak hanya berorientasi pada peningkatan gizi keluarga, tetapi juga mendorong lahirnya usaha produktif berbasis rumah tangga.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengatakan ketahanan pangan harus dimulai dari keluarga. Menurutnya, rumah tangga yang mampu menghasilkan sebagian kebutuhan pangan secara mandiri akan lebih siap menghadapi fluktuasi harga dan tekanan ekonomi.

"Budidaya jamur tiram menjadi pilihan yang potensial karena mudah dikembangkan, tidak membutuhkan lahan luas, serta memiliki nilai ekonomi dan kandungan gizi yang baik untuk keluarga," ujarnya.

Selain pelatihan teknis budidaya, setiap peserta menerima 150 baglog siap panen yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru. Pemko menargetkan program ini mampu memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan konsumsi pangan bergizi sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda menjelaskan penerima bantuan berasal dari keluarga yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Lokasi penerima dipilih berdasarkan hasil pemetaan ketahanan dan kerentanan pangan daerah.

Kelurahan Talang, Napar, Taratak Padang Kampuang, dan Parambahan menjadi wilayah prioritas karena masuk kategori rentan terhadap masalah ketahanan pangan.

Pemko Payakumbuh berharap program ini dapat menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung target penurunan stunting melalui pemenuhan kebutuhan pangan bergizi berbasis potensi lokal. Jika dikelola secara berkelanjutan, budidaya jamur tiram diyakini mampu menjadi usaha rumah tangga yang memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan keluarga. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update