Notification

×

Iklan

Iklan

Saat IHSG Lesu, Investor DCA Justru Punya Peluang Emas

28 Juni 2026 | 19:07 WIB Last Updated 2026-06-28T12:07:00Z



Pasbana - Ketika harga barang favorit sedang diskon besar, kebanyakan orang justru berbondong-bondong membeli. Namun di pasar saham, logika itu sering terbalik. Saat harga saham turun, banyak investor panik dan memilih keluar. 

Padahal, bagi investor jangka panjang yang menerapkan Dollar Cost Averaging (DCA), kondisi pasar yang lesu justru bisa menjadi kesempatan terbaik membangun kekayaan.

Inilah yang dikenal sebagai Sequence of Returns, yakni urutan naik-turunnya imbal hasil investasi. Konsep ini menunjukkan bahwa dua investor dengan tingkat keuntungan rata-rata (CAGR) yang sama belum tentu memperoleh hasil akhir yang sama jika mereka rutin berinvestasi.

Mengapa Urutan Return Sangat Penting?

Bayangkan tiga investor masing-masing menyetor Rp12 juta setiap tahun selama 20 tahun, dengan total investasi Rp240 juta. Ketiganya memperoleh CAGR 15% per tahun, tetapi pola pergerakan pasarnya berbeda.

A:  10 tahun pertama pasar hanya naik 5%, lalu melonjak hampir 26% pada 10 tahun berikutnya.

B: Pasar langsung melonjak hampir 26% di awal, kemudian melambat menjadi 5%.

C: Pasar tumbuh stabil 15% setiap tahun.

Hasil akhirnya sangat mengejutkan.
A: sekitar Rp2,11 miliar
C: sekitar Rp1,41 miliar
B: sekitar Rp1,02 miliar
Padahal, rata-rata pertumbuhan tahunannya sama.

Rahasianya Ada pada "Diskon Unit"

Saat pasar masih murah seperti yang dialami Andi, setiap setoran DCA membeli lebih banyak unit saham atau reksa dana. Ketika pasar akhirnya pulih, seluruh unit yang telah terkumpul ikut menikmati kenaikan harga.

Sebaliknya, Budi membeli sebagian besar unit ketika harga sudah mahal. Saat portofolionya mulai besar, pertumbuhan pasar justru melambat sehingga efek compounding menjadi kurang optimal.

Apa Artinya untuk Kondisi Pasar Saat Ini?

Jika pasar masih bergerak datar atau bahkan melemah, investor jangka panjang tidak selalu berada dalam situasi buruk. Justru fase seperti ini dapat menjadi periode akumulasi aset berkualitas dengan harga yang relatif lebih murah.

Tentu, strategi ini tetap memerlukan pemilihan emiten yang fundamentalnya baik, disiplin berinvestasi secara berkala, serta horizon investasi yang panjang. DCA bukan jaminan keuntungan, tetapi merupakan pendekatan yang membantu mengurangi risiko salah menentukan waktu masuk pasar (market timing).

Pada akhirnya, keberhasilan investasi bukan hanya ditentukan oleh seberapa tinggi return yang diperoleh, melainkan juga oleh konsistensi, kesabaran, dan kemampuan memanfaatkan siklus pasar. 

Tingkatkan literasi keuangan, pahami risiko investasi, dan biarkan waktu bekerja melalui kekuatan compounding. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update