PESISIR SELATAN, pasbana— Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memperkuat upaya peningkatan ketahanan pangan melalui pencanangan tanam padi serentak yang digelar di Kelompok Tani Tuah Sakato, Kenagarian Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Pesisir Selatan, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, bersama unsur Forkopimda, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, KTNA, dan kelompok tani tersebut menjadi langkah nyata dalam mendorong peningkatan produksi pertanian daerah.
Dalam sambutannya, Risnaldi menegaskan pentingnya pemanfaatan seluruh lahan pertanian yang tersedia. Menurutnya, tidak boleh ada lahan produktif yang dibiarkan terbengkalai di tengah meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.
Ia menyebut sektor pertanian memiliki peluang pasar yang besar, terutama untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperkirakan mencapai 171 ribu porsi per hari di Pesisir Selatan. Karena itu, peningkatan produksi pangan dinilai menjadi kebutuhan strategis sekaligus peluang ekonomi bagi petani.
Selain mengoptimalkan sawah, masyarakat juga didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan bumbu dapur guna memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Dalam dialog bersama petani, sejumlah persoalan turut mengemuka, mulai dari kendala irigasi, penggunaan benih padi PB 42, gangguan ternak terhadap lahan pertanian, keterbatasan BBM bersubsidi untuk alsintan, hingga distribusi pupuk dan pemasaran hasil panen.
Pemerintah daerah memastikan berbagai persoalan tersebut akan ditindaklanjuti. Beberapa langkah yang disepakati antara lain melanjutkan pembangunan Daerah Irigasi Tarusan, mengusulkan kembali penggunaan benih PB 42 di wilayah tertentu, menertibkan ternak yang merusak tanaman warga, serta mengoptimalkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai jalur distribusi pupuk dan pemasaran hasil pertanian.
Program tanam padi serentak ini diharapkan mampu memperkuat langkah menuju swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Pesisir Selatan. (*)




