Notification

×

Iklan

Iklan

Timnas Iran Keluhkan Perlakuan Berbeda di Piala Dunia 2026

22 Juni 2026 | 15:18 WIB Last Updated 2026-06-22T08:18:16Z


Pasbana  – Tim Nasional Iran mengungkapkan kekecewaannya terhadap berbagai kendala yang mereka hadapi selama mengikuti Piala Dunia 2026. Pelatih Amir Ghalenoei bahkan menyebut timnya mendapat perlakuan yang tidak dialami peserta lain sepanjang turnamen berlangsung.

Keluhan tersebut mencuat setelah Iran harus menjalani perjalanan lintas negara secara berulang antara Amerika Serikat dan Meksiko akibat persoalan administrasi serta pembatasan masuk yang diterapkan kepada delegasi mereka. Situasi itu dinilai mengganggu persiapan tim di tengah ketatnya jadwal kompetisi. 

Menurut Ghalenoei, Iran terpaksa menjadikan Tijuana, Meksiko, sebagai markas sementara selama Piala Dunia 2026. Padahal seluruh pertandingan fase grup mereka berlangsung di Amerika Serikat.
Akibatnya, skuad Team Melli harus bolak-balik melintasi perbatasan untuk menjalani pertandingan sebelum kembali ke markas mereka. Kondisi tersebut disebut menguras energi pemain dan memengaruhi kesiapan tim menghadapi laga penting. 

"Kami tidak tahu mengapa mereka memaksa kami pulang. Saya rasa ini sangat aneh," ujar Ghalenoei.

Ia juga mengungkapkan bahwa upaya FIFA untuk membantu mengatur penerbangan bagi timnya sempat dilakukan, tetapi bantuan tersebut tidak pernah terealisasi.
"Kami menunggu sampai pukul tujuh malam dan akhirnya diberi tahu bahwa itu tidak bisa dilakukan," katanya.

Tidak hanya persoalan logistik, Ghalenoei juga mengaku kecewa karena merasa kurang mendapatkan respons dari rekan-rekan pelatih peserta Piala Dunia lainnya saat mencoba berdiskusi mengenai masalah yang dihadapi Iran.

"Saya bertanya kepada 47 pelatih lainnya dan tidak satu pun dari mereka yang menjawab saya," ungkap pelatih berusia 62 tahun tersebut. 

Meski demikian, ia memahami bahwa setiap pelatih memiliki fokus masing-masing untuk mempersiapkan tim mereka di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Ghalenoei menegaskan bahwa keluhan utama Iran bukan ditujukan kepada individu tertentu, melainkan terhadap sistem penyelenggaraan yang dinilai belum mampu memisahkan urusan politik dari sepak bola. Menurutnya, perlakuan yang diterima Iran telah menciptakan tantangan tambahan di luar lapangan yang harus mereka hadapi sepanjang turnamen. 

Di tengah berbagai hambatan tersebut, Iran masih berupaya menjaga peluang lolos ke fase berikutnya dengan meraih hasil positif pada laga pembuka Grup G dan bersiap menghadapi pertandingan krusial berikutnya. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update