Notification

×

Iklan

Iklan

BEI Simpan Empat Calon Emiten Baru, Sektor Kesehatan Mendominasi IPO

21 Juli 2026 | 10:24 WIB Last Updated 2026-07-21T13:18:07Z


Pasbana - Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mencatat empat perusahaan yang tengah bersiap melantai di pasar modal melalui skema penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Hingga pertengahan Juli 2026, sektor kesehatan menjadi penyumbang terbesar dalam antrean calon emiten tersebut, menandakan tingginya minat industri ini memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan. 

Di tengah perlambatan jumlah perusahaan yang masuk bursa dibandingkan periode sebelumnya, pipeline IPO BEI tetap menunjukkan aktivitas yang stabil. Selain perusahaan kesehatan, antrean pencatatan saham juga diisi emiten dari sektor bahan baku (basic materials) dan barang konsumsi primer (consumer non-cyclicals). 

Pipeline IPO Masih Berjalan


Data pipeline BEI per 17 Juli 2026 memperlihatkan bahwa sepanjang tahun ini sudah terdapat tujuh perusahaan yang resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Dari aksi korporasi tersebut, total dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp2,16 triliun. Sementara itu, empat perusahaan lainnya masih menunggu giliran untuk melakukan pencatatan saham. 

Berdasarkan skala aset, dua calon emiten masuk kategori perusahaan besar dengan total aset di atas Rp250 miliar. Adapun dua perusahaan lainnya merupakan perusahaan beraset kecil dengan nilai aset di bawah Rp50 miliar. Hingga saat ini belum terdapat perusahaan beraset menengah dalam daftar pipeline IPO BEI. 

Dominasi sektor kesehatan terlihat dari keberadaan dua perusahaan dalam antrean IPO. Sementara masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor basic materials dan consumer non-cyclicals.

Komposisi tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan layanan kesehatan masih melihat pasar modal sebagai instrumen strategis untuk mendukung ekspansi bisnis dan memperkuat struktur pendanaan. 

Penggalangan Dana Pasar Modal Tetap Tinggi

Selain IPO, aktivitas penghimpunan dana melalui penerbitan obligasi dan sukuk juga masih berlangsung aktif. Hingga 17 Juli 2026, telah diterbitkan 114 emisi oleh 62 penerbit dengan nilai penghimpunan dana mencapai Rp103,86 triliun. Di sisi lain, masih terdapat 11 emisi dari sembilan penerbit yang berada dalam pipeline, dengan sektor energi menjadi kontributor terbesar. 

Sementara pada aksi korporasi rights issue, BEI mencatat 15 perusahaan telah menggalang dana sebesar Rp10,69 triliun sepanjang tahun berjalan. Saat ini hanya tersisa satu perusahaan dari sektor properti dan real estat yang masih berada dalam antrean rights issue. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update