Notification

×

Iklan

Iklan

Rotasi Ban Mobil Bekas Tak Boleh Diabaikan, Ini Dua Manfaat Utamanya

15 Juli 2026 | 07:44 WIB Last Updated 2026-07-15T00:44:32Z
 


Pasbana - Merawat mobil bekas tidak cukup hanya dengan mengganti oli atau melakukan servis berkala. Salah satu perawatan yang sering luput dari perhatian pemilik kendaraan adalah rotasi ban, padahal langkah sederhana ini berperan penting menjaga keselamatan sekaligus kenyamanan saat berkendara.

Selain memperpanjang usia pakai ban, rotasi secara berkala juga membantu mempertahankan daya cengkeram kendaraan di berbagai kondisi jalan. Jika diabaikan, keausan ban yang tidak merata dapat menurunkan performa kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat melintas di jalan basah.

Rotasi Ban Menjaga Performa dan Keselamatan

Seiring penggunaan, tapak ban akan mengalami deformasi akibat gesekan dengan permukaan jalan. Awalnya pola tapak terlihat normal, namun lambat laun dapat berubah menjadi tidak rata atau miring.

Kondisi tersebut membuat bidang kontak ban dengan aspal (contact patch) berkurang. Akibatnya, kemampuan ban mencengkeram permukaan jalan ikut menurun sehingga kendaraan lebih mudah kehilangan traksi, khususnya ketika melewati jalan licin atau saat hujan.

Selain memengaruhi aspek keselamatan, deformasi pada tapak ban juga memicu suara bising saat kendaraan melaju. Getaran yang muncul akibat permukaan ban tidak rata dapat mengurangi kenyamanan berkendara, terutama ketika mobil digunakan untuk perjalanan jarak jauh. 

Keausan Lebih Merata, Umur Ban Lebih Panjang

Rotasi ban juga berfungsi menyamakan tingkat keausan antara roda depan dan belakang. Pada kendaraan berpenggerak roda depan, misalnya, ban depan umumnya lebih cepat aus karena menerima beban kemudi sekaligus tenaga penggerak. Sebaliknya, pada mobil berpenggerak roda belakang, keausan lebih dominan terjadi di roda belakang. 

Dengan memindahkan posisi ban secara berkala, keausan dapat tersebar lebih merata sehingga umur pakai seluruh ban menjadi lebih panjang dan biaya penggantian ban dapat ditekan.
Fanni Fattah, Research and Development Manager PT Gajah Tunggal Tbk, mengatakan rotasi ban sebaiknya dilakukan secara berkala agar tingkat keausan tetap seimbang.

"Biasanya bagian ban belakang akan aus lebih dahulu dibandingkan ban depan, maka dari itu perlu lakukan rotasi. Menjaga keausan merata di setiap ban maka baiknya melakukan rotasi secara berkala tiap enam bulan sekali jika mobil sering digunakan," ujarnya. 

Para ahli juga menyarankan rotasi ban mengikuti pola yang sesuai dengan jenis telapak ban dan sistem penggerak kendaraan agar performa pengereman, stabilitas, serta pembuangan air tetap optimal selama berkendara. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update