Notification

×

Iklan

Iklan

Terapi Batu Ginjal Berbasis Gelombang Suara Dikembangkan, Lebih Presisi dan Minim Risiko

03 Juli 2026 | 11:09 WIB Last Updated 2026-07-03T04:09:50Z


Pasbana - Kemajuan teknologi medis kembali menghadirkan harapan baru bagi jutaan penderita batu ginjal. Tim peneliti mengembangkan pendekatan terapi noninvasif berbasis gelombang suara yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas penghancuran batu ginjal sekaligus mengurangi risiko cedera pada jaringan sehat.

Inovasi tersebut menjadi langkah penting dalam penyempurnaan prosedur shock-wave lithotripsy (SWL), metode yang telah lama digunakan untuk menghancurkan batu ginjal tanpa operasi. 

Melalui pendekatan baru, para ilmuwan berupaya membuat energi gelombang suara lebih terarah sehingga hasil terapi menjadi lebih optimal. 

Teknologi Baru Tingkatkan Akurasi Terapi

Selama ini, terapi SWL menjadi pilihan utama bagi banyak pasien karena tidak memerlukan pembedahan. Namun, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh ukuran, posisi, serta karakteristik batu ginjal. 

Selain itu, sebagian energi gelombang kejut dapat mengenai jaringan di sekitar ginjal sehingga berpotensi menimbulkan efek samping.

Berangkat dari tantangan tersebut, para peneliti mengembangkan teknik baru yang mampu mengendalikan penyebaran gelombang suara secara lebih presisi.

Pendekatan ini memungkinkan energi difokuskan langsung ke batu ginjal sehingga proses penghancuran berlangsung lebih efisien sekaligus meminimalkan paparan terhadap jaringan sehat. 

Berpotensi Meningkatkan Kenyamanan Pasien


Penyempurnaan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan tindakan lanjutan akibat pecahan batu yang belum sepenuhnya hancur. Dengan terapi yang lebih akurat, pasien berpotensi menjalani proses pemulihan yang lebih cepat serta memperoleh hasil pengobatan yang lebih baik.

Menurut tim peneliti, tujuan utama pengembangan teknologi tersebut adalah menghadirkan sistem terapi yang mampu memberikan energi secara tepat sasaran sehingga efektivitas penghancuran batu meningkat tanpa menambah risiko komplikasi pada pasien. 

Batu ginjal merupakan salah satu gangguan saluran kemih yang cukup umum terjadi. Diperkirakan sekitar satu dari sepuluh orang akan mengalami kondisi ini sepanjang hidupnya. 

Karena itu, inovasi pada teknologi terapi dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperluas pilihan pengobatan yang aman dan nyaman.

Meski masih memerlukan tahapan pengembangan lebih lanjut sebelum diterapkan secara luas di fasilitas kesehatan, hasil penelitian ini membuka peluang lahirnya generasi baru terapi batu ginjal yang lebih efektif, presisi, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update