Notification

×

Iklan

Iklan

32 EWS Tsunami dan 6 EWS Banjir Siaga, Padang Perkuat Kesiapsiagaan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:19 WIB
 


PADANG, pasbana Pemerintah Kota Padang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana dengan memastikan seluruh perangkat sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) tsunami dan banjir berada dalam kondisi aktif. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan respons cepat ketika terjadi situasi darurat.

Sebanyak 38 perangkat telah melalui pemantauan dan pengujian berkala oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang. Rinciannya, 32 unit EWS tsunami dan enam unit EWS banjir dinyatakan berfungsi, termasuk sistem suara dan sirene yang menjadi penanda utama peringatan bagi masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan perangkat benar-benar siap digunakan, bukan sekadar terpasang di lokasi rawan bencana.

“Dari pengujian dan evaluasi yang kami lakukan hari ini, sebanyak 32 unit EWS Tsunami dan 6 unit EWS Banjir terkonfirmasi dalam kondisi aktif dan berfungsi dengan baik,” kata Hendri, Rabu (26/8/2026).

Pengujian tersebut dilakukan berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor 800.1.11.1/52/SPT/BPBD-Pdg. Petugas memeriksa perangkat di berbagai titik strategis, sekaligus memastikan fungsi modul suara dan sirene dapat bekerja secara optimal.

Untuk EWS tsunami, perangkat tersebar di kawasan permukiman hingga fasilitas publik, seperti sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, pelabuhan, dan perkantoran pemerintah.

Sementara enam EWS banjir diuji di sejumlah kawasan yang memiliki potensi luapan air dan berada di sekitar daerah aliran sungai. Lokasinya antara lain Perumahan Lumin Park, Pemandian Lumin, Gunung Nago, Tabiang Banda Gadang, Balai Pemuda Ikua Koto, dan Musholla Al-Hikmah Ikua Koto.

Menurut Hendri, keberadaan teknologi peringatan dini menjadi instrumen penting untuk mengurangi risiko korban jiwa. Namun, efektivitas perlindungan masyarakat juga bergantung pada kesiapan warga dalam memahami tanda bahaya dan melakukan evakuasi.

“Pengujian rutin ini merupakan komitmen BPBD Kota Padang untuk memastikan seluruh peralatan peringatan dini siap siaga demi keselamatan warga dari potensi ancaman bencana,” ujarnya.

BPBD menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap jalur evakuasi dan tindakan yang harus dilakukan ketika sirene berbunyi. Dengan kesiapan perangkat dan respons warga yang baik, peringatan dini diharapkan dapat memberi waktu berharga untuk menyelamatkan diri saat ancaman bencana terjadi. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update