Notification

×

Iklan

Iklan

740 Ribu UMKM Sumbar Didorong Naik Kelas, Bidik Pasar Global

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:01 WIB


PADANG, pasbana — Sumatera Barat memiliki modal ekonomi yang besar, tetapi tantangannya kini bukan lagi sekadar mempertahankan jumlah pelaku usaha. Pemerintah daerah ingin UMKM mampu menghasilkan nilai tambah dan bersaing di pasar global.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan terdapat 740.357 unit UMKM yang menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian daerah. Menurutnya, lebih dari separuh penduduk Sumbar bergerak di sektor tersebut.

“Lebih daripada setengah penduduk Sumatera Barat bergerak di sektor UMKM. Inilah kekuatan Sumatera Barat,” kata Mahyeldi saat menghadiri Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCEF) 2026 di Hotel Pangeran Padang, Jumat (28/8/2026). 

Mahyeldi mendorong UMKM tidak berhenti pada pasar konvensional. Digitalisasi, peningkatan kualitas dan kemasan produk, hilirisasi, akses pembiayaan, serta penguatan sertifikasi dan industri halal dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing.

Potensi itu ditopang kekayaan lokal Sumbar, mulai dari kuliner, fesyen muslim, tenun, songket, kriya, seni hingga budaya. Pemerintah ingin kekayaan tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah dan berorientasi ekspor.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan sejumlah UMKM Sumbar bahkan telah menembus pasar Jepang, Prancis, dan Amerika Serikat. BI, kata dia, terus memperkuat kapasitas usaha, promosi, sistem pembayaran, pembiayaan, dan akses pasar. 

Bagi Mahyeldi, penguatan UMKM juga harus disertai ketahanan konektivitas. Pengalaman terganggunya akses Lembah Anai akibat bencana menunjukkan bahwa kelancaran distribusi merupakan bagian penting dari keberlangsungan ekonomi masyarakat. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update