JAKARTA, pasbana — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyiapkan program Lumbung Pangan dan Balai Ternak untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Program tersebut akan menjadi salah satu penopang pengembangan kawasan Central of Agro yang diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Langkah ini menjadi penting karena sektor pertanian masih menjadi sumber penghidupan utama masyarakat Lima Puluh Kota. Pemerintah daerah mencatat sekitar 76 persen masyarakat di kabupaten tersebut menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian, sehingga pengembangan ekosistem usaha dari hulu hingga hilir dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Dukungan BAZNAS RI disampaikan Pimpinan BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, kepada Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang dalam pertemuan di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Menurut Mahdum, pengembangan sektor agro di Lima Puluh Kota tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi. Program Lumbung Pangan BAZNAS dan Balai Ternak akan diarahkan untuk membangun sistem pemberdayaan yang mencakup penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan usaha, pengolahan hasil, hingga perluasan akses pasar.
“BAZNAS tidak ingin zakat hanya berhenti pada bantuan konsumtif. Melalui Lumbung Pangan dan Balai Ternak, kami ingin mendorong mustahik memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan,” kata Mahdum.
Melalui Lumbung Pangan, masyarakat penerima manfaat akan didorong menjalankan usaha pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Sementara Balai Ternak akan memperkuat kelompok peternak melalui kegiatan budidaya, pembibitan, penggemukan, pengolahan produk, hingga pembukaan akses pasar.
Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan BAZNAS RI sejalan dengan agenda pemerintah daerah untuk menjadikan pertanian dan peternakan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Dengan kolaborasi ini, potensi tersebut dapat dikembangkan lebih optimal dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Safni.
Ia berharap program Central of Agro tidak sekadar meningkatkan volume produksi, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru dan memperkuat kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput. (*)




