Notification

×

Iklan

Iklan

Festival Kota Tua 2026 Padang Angkat Keberagaman Jadi Daya Tarik Wisata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40 WIB


PADANG, pasbana — Festival Kota Tua 2026 resmi bergulir di GOR HTT Padang, Sabtu (15/8/2026) malam. Berlangsung hingga 23 Agustus, festival ini menghadirkan seni, tradisi, sejarah, kuliner, dan olahraga budaya sebagai satu rangkaian yang memperkuat daya tarik kawasan bersejarah Kota Padang.

Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan yang digelar Himpunan Tjinta Teman (HTT) Pusat Padang bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat itu diarahkan menjadi ruang perjumpaan berbagai latar budaya. Festival sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan sejarah dan keberagaman Padang kepada wisatawan. 

Wali Kota Padang Fadly Amran menilai keberadaan seni, budaya, dan tradisi merupakan bagian penting dari identitas kota. Menurutnya, kekayaan tersebut tidak cukup dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi dapat dikembangkan menjadi kekuatan pariwisata dan ekonomi daerah.

“Tanpa seni, budaya, dan tradisi, Kota Padang akan kehilangan rasa dan identitas. Karena itu, Festival Kota Tua tepat digelar untuk mendukung Padang menuju kota gastronomi dunia,” kata Fadly.

Festival ini juga memperkuat konsep Taste of Padang Experience yang dikembangkan Pemko Padang. Pengalaman wisata yang ditawarkan tidak hanya bertumpu pada kuliner, tetapi turut menggabungkan sejarah, komunitas, seni, tradisi, dan aktivitas ekonomi kreatif.

Salah satu agenda utama tahun ini ialah Kejuaraan Barongsai Internasional Piala Gubernur Sumbar. Kompetisi tersebut diikuti peserta dari tujuh negara, yakni Amerika Serikat, Malaysia, China, Prancis, Australia, Vietnam, dan Hong Kong.

Wakil Ketua HTT Pusat Padang sekaligus Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman mengatakan festival tetap membawa filosofi “Urang Padang Jalan Barampek”, yang merepresentasikan keberagaman Minangkabau, Tionghoa, Nias, dan India dalam sejarah perkembangan Kota Padang.

“Keterlibatan berbagai komunitas penting untuk menghidupkan Kota Tua sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujar Albert. 

Selain pertunjukan budaya dan barongsai, rangkaian festival mencakup promosi kuliner serta kegiatan sosial donor darah. Kolaborasi lintas komunitas dan negara tersebut diharapkan mendorong aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat posisi Kota Tua sebagai ruang wisata berbasis sejarah dan keberagaman.

Fadly juga berharap penyelenggaraan Festival Kota Tua ke depan dapat dikolaborasikan dengan rangkaian Hari Jadi Kota Padang sehingga agenda budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dapat bergerak semakin terintegrasi. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update