Padang, pasbana - Bayangkan masuk ke sebuah ruang gelap di dalam bukit, lalu mendapati dinding batu berusia ratusan juta tahun. Di atas kepala, kelelawar bergelantungan, sementara air jernih mengalir di antara ornamen batu.
Pengalaman seperti itu bisa ditemukan di Goa Kelelawar Padayo, Indarung, Kota Padang. Destinasi ini menawarkan sesuatu yang berbeda dari wisata pantai yang selama ini identik dengan Padang: petualangan sekaligus pelajaran tentang bagaimana alam bekerja selama jutaan tahun.
Goa Kelelawar Padayo berada di kawasan Bukit Padayo, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan. Penelitian tentang geosite ini mencatat formasi batu gampingnya berusia lebih dari 365 juta tahun, dengan ketinggian sekitar 416 meter di atas permukaan laut.
Di dalamnya terdapat stalaktit dan stalagmit, aliran air alami, serta habitat empat spesies kelelawar. Karena nilai geologis dan ekologis tersebut, Pemkot Padang kini mendorong pengembangannya sebagai wisata alam edukasi dan wisata minat khusus dengan tetap menjaga kelestarian kawasan.
Petualangan dimulai dari gerbang utama PT Semen Padang. Dari sana, perjalanan menuju Bukit Padayo sekitar 3 kilometer sebelum kendaraan diparkir dan perjalanan dilanjutkan berjalan kaki menuju goa.
Yang membuat Goa Kelelawar Padayo menarik bukan kemewahan fasilitasnya.
Justru di sinilah daya tariknya: pengunjung diajak memperlambat langkah, mendengar suara alam, lalu menyadari bahwa batu di hadapan mereka menyimpan cerita yang jauh lebih tua daripada sejarah manusia. Makin tahu Indonesia. (*)





