Notification

×

Iklan

Iklan

Gubernur Sumbar Dorong Silokek Tembus UNESCO Global Geopark

Senin, 17 Agustus 2026 | 09:36 WIB


PADANG, pasbana— Geopark Ranah Minang Silokek memasuki fase penting dalam upayanya memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Tim evaluator UNESCO, Prof. Jeon Yang Mun dari Korea Selatan dan Nicolas Klee dari Prancis, berada di Sumatera Barat untuk menilai langsung kesiapan kawasan yang berada di Kabupaten Sijunjung tersebut.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan pemerintah daerah tidak ingin Silokek sekadar memperoleh label destinasi wisata. Evaluasi UNESCO, menurut dia, menjadi momentum untuk membuktikan bahwa konservasi alam, pendidikan, budaya, ekonomi masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan telah berjalan sebagai satu kesatuan.

“Evaluasi ini bukan hanya proses teknis untuk menilai sebuah kawasan, tetapi kesempatan menunjukkan kepada dunia komitmen kita,” kata Mahyeldi saat menerima tim evaluator di Istana Gubernuran, Minggu malam (16/8/2026).

Silokek memiliki kekuatan pada tiga unsur utama, yakni geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity. Kawasannya mencakup bentang alam karst, tebing dan Lembah Silokek, Sungai Batang Kuantan, ekosistem hutan, serta kekayaan flora, fauna, dan budaya Minangkabau.

Secara ilmiah, kajian yang dipublikasikan pada 2025 menempatkan sejumlah geosite Silokek dalam kategori bernilai sedang hingga tinggi. Kompleks Karst Silokek dan Granit Sangkiamo termasuk geosite dengan nilai tinggi.

Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir mengatakan perjalanan menuju UGGp telah dimulai sejak 2018. Ia berharap evaluasi berlangsung objektif dan menghasilkan rekomendasi yang memperkuat pengelolaan Silokek.

Sementara itu, Prof. Jeon menegaskan evaluator datang bukan untuk menghakimi, melainkan berdiskusi dan melihat bagaimana kawasan dikelola. Pernyataan itu menempatkan evaluasi sebagai proses pembelajaran sekaligus pengujian kesiapan pengelola.

Sebelumnya, Pemkab Sijunjung telah memperkuat sejumlah aspek pendukung, termasuk akses internet di kawasan geopark untuk menunjang proses penilaian UNESCO. 
Bagi Sumbar, target akhirnya bukan sekadar status internasional. Silokek diharapkan menjadi model pembangunan yang menghubungkan perlindungan warisan bumi dengan peningkatan ekonomi masyarakat lokal.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update