Notification

×

Iklan

Iklan

Lari Rutin 5 Kali Seminggu Bisa Bikin Sel “Lebih Muda” 9 Tahun?

Senin, 17 Agustus 2026 | 13:10 WIB


Pasbana - Pernah mendengar klaim bahwa rajin lari bisa membuat tubuh 9 tahun lebih muda? Klaim ini memang berangkat dari penelitian ilmiah, tetapi perlu dipahami dengan tepat: bukan berarti usia biologis seseorang benar-benar mundur sembilan tahun.

Penelitian Larry A. Tucker yang diterbitkan di Preventive Medicine pada 2017 menganalisis 5.823 orang dewasa dari data NHANES. Hasilnya menunjukkan orang dengan aktivitas fisik tinggi memiliki telomer lebih panjang dibandingkan kelompok sedentari. 

Apa Itu Telomer?


Telomer adalah bagian pelindung di ujung kromosom. Sederhananya, telomer bisa dianalogikan seperti “ujung plastik” pada tali sepatu yang membantu melindungi bagian penting di dalamnya.

Seiring bertambahnya usia, telomer cenderung memendek. Dalam studi Tucker, perbedaan panjang telomer antara kelompok dengan aktivitas tinggi dan sedentari diperkirakan setara dengan sekitar sembilan tahun perbedaan penuaan seluler

Namun, penelitian tersebut bersifat cross-sectional, sehingga hanya menunjukkan hubungan antara aktivitas fisik dan panjang telomer, bukan membuktikan bahwa lari secara langsung menyebabkan telomer menjadi lebih panjang. 

Haruskah Lari 5 Kali Seminggu?


Tidak harus. Studi tersebut menggambarkan aktivitas tinggi kira-kira setara dengan jogging sekitar 30 menit per hari bagi perempuan atau 40 menit bagi laki-laki, lima hari dalam seminggu. 

Untuk kesehatan secara umum, WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75–150 menit aktivitas intensitas berat, ditambah latihan kekuatan minimal dua hari per minggu. 

Jadi, pekerja kantoran yang sehari-hari banyak duduk tidak perlu langsung memaksakan diri berlari setiap hari. Mulailah dari jalan cepat, jogging ringan, bersepeda, atau aktivitas fisik lain yang mampu dilakukan secara konsisten.

Intinya: olahraga bukan “mesin pembalik usia”, tetapi bukti ilmiah menunjukkan aktivitas fisik teratur berkaitan dengan kesehatan jantung, metabolisme, kebugaran, serta berbagai aspek kesehatan jangka panjang. Dan bonusnya, tubuh bisa terasa lebih bugar meski angka usia terus bertambah.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update