DHARMASRAYA, pasbana— Ancaman kekeringan mulai membayangi petani jagung di Jorong Sungai Bulian, Nagari Timpeh, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya. Minimnya pasokan air membuat tanaman jagung Kelompok Tani Sungai Ngalau berisiko mengalami gangguan pertumbuhan hingga gagal panen.
Merespons kondisi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya bersama Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Timpeh bergerak cepat dengan mendatangkan pompa air untuk membantu pengairan lahan petani.
Bantuan itu diharapkan mampu menjaga ketersediaan air selama musim kemarau, sekaligus mengurangi risiko kerugian petani akibat kekurangan air.
Anggota Kelompok Tani Sungai Ngalau, Frengki, mengapresiasi respons pemerintah daerah. Menurutnya, pompa air menjadi solusi penting untuk mempertahankan kondisi tanaman jagung di tengah terbatasnya sumber air.
“Dengan adanya pompa air tersebut, diharapkan pengairan lahan dapat lebih optimal dan pertumbuhan tanaman jagung tetap terjaga, sehingga potensi gagal panen akibat kekurangan air dapat diminimalkan,” ujar Frengki, Senin (24/8/2026).
Kekeringan memang menjadi tantangan serius. BMKG mencatat El Niño berada pada kategori sangat kuat pada dasarian II Agustus 2026. Dharmasraya juga termasuk wilayah Sumatera Barat yang diprediksi mengalami curah hujan rendah pada Agustus.
Langkah cepat penyediaan pompa air menjadi bentuk mitigasi di tingkat lapangan agar produksi jagung dan keberlangsungan usaha tani masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan iklim.(*)




