Notification

×

Iklan

Iklan

Galodo Arosuka: Soroti Perubahan Fungsi Lahan di Kawasan Perbukitan

Kamis, 24 September 2026 | 06:34 WIB
 


Solok, pasbana — Bencana galodo yang menerjang Arosuka, Kabupaten Solok, kembali menyoroti perubahan pemanfaatan lahan di kawasan perbukitan. Kondisi tersebut dinilai perlu dikaji untuk melihat dampaknya terhadap bentang alam dan tata air kawasan hulu.

Ketua Forum DAS Sumatera Barat, Prof. Isril Berd, mengatakan perubahan fungsi lahan, terutama pada areal penggunaan lain (APL), terlihat cukup masif di sejumlah kawasan perbukitan. Salah satunya berada di jalur menuju kawasan Danau Kembar, tempat vila dan kafe mulai berkembang.

“Areal khususnya di APL, sepertinya banyak berubah fungsi. Kalau kita jalan ke Danau Kembar, banyak dibangun vila atau kafe di daerah perbukitan,” ujar Isril kepada media, Selasa (22/9/2026). 

Menurutnya, kondisi tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebagai penyebab galodo Arosuka. Namun, perubahan penggunaan lahan dan kondisi kawasan hulu perlu menjadi bagian dari evaluasi pascabencana.

Arosuka berada di kawasan dataran tinggi dan perbukitan sekitar lereng Gunung Talang. Karakter wilayah tersebut membuat pemanfaatan ruang di kawasan lereng perlu mendapat perhatian, terutama ketika pembangunan terus berkembang.

Isril mengatakan data mengenai perubahan fungsi lahan masih perlu diklarifikasi dan diverifikasi melalui observasi lapangan. Forum DAS Sumbar pun siap melakukan kajian lebih lanjut.

Galodo menerjang Arosuka pada Senin (21/9) malam, membawa material lumpur, batu, dan kayu hingga memasuki kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta sejumlah akses jalan. 

Evaluasi dari kawasan hulu hingga hilir dinilai penting untuk memahami perubahan bentang alam sekaligus menjadi bahan dalam upaya mengurangi risiko bencana pada masa mendatang.(rilis)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update