PADANG PANJANG, pasbana— Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Selasa (29/9/2026) pukul 17.35 WIB. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 25,9 milimeter dan berlangsung sekitar 42 detik.
Berdasarkan informasi Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu pada erupsi tersebut tidak teramati. Gunung Marapi saat ini masih berada pada Level II (Waspada).
PVMBG merekomendasikan masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi, yakni Kawah Verbeek.
Masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi juga diminta mewaspadai potensi lahar, terutama saat musim hujan. Risiko lahar menjadi perhatian karena material vulkanik dapat terbawa aliran air hujan ke wilayah yang lebih rendah.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan, serta melindungi mata dan kulit. Sarana air bersih perlu diamankan, sementara abu vulkanik yang menumpuk di atap rumah harus dibersihkan untuk mengurangi risiko kerusakan.
PVMBG juga meminta masyarakat tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya dan mengikuti arahan pemerintah daerah.
Perkembangan aktivitas Gunung Marapi dapat dipantau melalui MAGMA Indonesia dan kanal resmi Badan Geologi, PVMBG, serta Pos Pengamatan Gunung Marapi.(*)




