Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Pangan Naik Lagi, Cabai Rawit Tembus Rp107 Ribu per Kg

Rabu, 30 September 2026 | 12:20 WIB
 


JAKARTA, pasbana— Harga sejumlah komoditas pangan strategis kembali bergerak naik pada Rabu (30/9/2026). Kenaikan terjadi pada kelompok cabai, sementara harga beras dan bawang juga masih berada dalam tekanan sehingga membuat pergerakan harga pangan nasional belum menunjukkan tanda mereda.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia yang dipantau hingga pukul 10.30 WIB menunjukkan, cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan harian cukup signifikan. Harganya kini telah menembus Rp100.000 per kilogram.

Cabai Rawit Merah Naik Lebih dari 12 Persen


Harga cabai rawit merah tercatat naik Rp12.150 atau 12,74% dibandingkan hari sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut, harga rata-rata cabai rawit merah mencapai Rp107.050 per kilogram.

Lonjakan harga cabai tidak terjadi pada satu jenis komoditas saja. Kelompok cabai-cabaian secara umum masih menunjukkan tren peningkatan pada perdagangan pangan hari ini.

Kondisi tersebut membuat cabai kembali menjadi salah satu komoditas yang perlu diperhatikan dalam perkembangan harga pangan harian. Bagi rumah tangga, kenaikan harga cabai dapat langsung memengaruhi pengeluaran belanja, terutama bagi konsumen yang menjadikan cabai sebagai bahan masakan sehari-hari.

Di sisi lain, tekanan harga juga masih terlihat pada sejumlah komoditas pangan utama lainnya. Harga beras dan bawang tercatat masih bergerak dalam kondisi yang relatif tinggi berdasarkan pemantauan PIHPS.

Pergerakan harga pangan strategis menjadi perhatian karena perubahan pada komoditas seperti beras, bawang dan cabai dapat memengaruhi biaya konsumsi masyarakat sekaligus perkembangan inflasi pangan.

Data PIHPS Bank Indonesia tersebut merupakan kondisi harga yang dipantau pada Rabu pagi dan dapat berubah mengikuti perkembangan pasokan, permintaan serta transaksi di berbagai daerah.

Dengan harga cabai rawit merah yang telah melewati Rp107.000 per kilogram, perkembangan harga pangan pada hari-hari berikutnya akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah tekanan harga hanya bersifat sementara atau berlanjut memasuki awal Oktober.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update