Notification

×

Iklan

Iklan

Inflasi Agustus 2026 Menanjak, Sinyal Baru bagi Daya Beli dan Suku Bunga

Selasa, 01 September 2026 | 11:57 WIB
 


Pasbana - Inflasi Indonesia kembali menghangat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi indeks harga konsumen (IHK) mencapai 3,19% secara tahunan (YoY) pada Agustus 2026, naik dari 2,88% pada Juli dan sedikit di atas ekspektasi konsensus 3,12%.

Kenaikan tersebut belum menjadi alarm besar bagi perekonomian. Pasalnya, inflasi masih berada dalam sasaran Bank Indonesia (BI) 2026 sebesar 2,5% plus-minus 1%. Namun, arah pergerakannya patut dicermati karena inflasi bulanan juga berbalik naik.

Pada Agustus, IHK mencatat inflasi 0,21% secara bulanan (MoM), setelah pada Juli justru mengalami deflasi 0,14%. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding perkiraan pasar sebesar 0,20%.

Tekanan terbesar datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang menyumbang 0,17 percentage point terhadap inflasi bulanan. Kenaikan harga daging ayam ras, cabai rawit, ikan, dan beras menjadi pendorong utamanya.

Tekanan juga muncul dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan andil 0,03 percentage point. Salah satu pemicunya adalah kenaikan harga emas perhiasan.

Yang lebih menarik adalah pergerakan inflasi inti. Komponen yang mencerminkan tekanan harga lebih mendasar ini meningkat menjadi 2,92% YoY, dari 2,76% pada Juli dan melampaui konsensus 2,86%.

Bagi masyarakat, angka inflasi bukan sekadar statistik. Ketika harga kebutuhan pokok naik lebih cepat daripada pendapatan, daya beli rumah tangga berpotensi tertekan. Bagi pasar keuangan, kenaikan inflasi inti juga menjadi salah satu variabel penting dalam membaca ruang gerak kebijakan moneter BI.

Dengan inflasi masih dalam sasaran, tekanan Agustus belum otomatis mengubah arah kebijakan. Namun, jika tren kenaikan berlanjut, pasar akan semakin mencermati apakah tekanan harga bersifat sementara atau mulai menyebar lebih luas.

Di sinilah data inflasi menjadi penting: bukan hanya soal seberapa mahal harga hari ini, tetapi juga petunjuk mengenai bagaimana ekonomi Indonesia bergerak pada bulan-bulan berikutnya.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update