Dharmasraya, pasbana - Dharmasraya kembali menerapkan pembelajaran tatap muka di seluruh sekolah mulai Rabu (16/9/2026), setelah selama sepekan siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh akibat kabut asap. Kebijakan ini diambil ketika kualitas udara mulai membaik, tetapi belum sepenuhnya normal.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya Bobby Perdana Riza mengatakan keputusan tersebut juga mempertimbangkan semakin dekatnya Ujian Tengah Semester (UTS). Menurut dia, pembelajaran jarak jauh selama satu pekan belum sepenuhnya efektif memastikan materi pelajaran terserap optimal.
Meski sekolah kembali dibuka, Disdik Dharmasraya belum mengembalikan seluruh aktivitas seperti kondisi normal. Siswa dan guru diwajibkan menggunakan masker, sementara kegiatan di luar ruangan seperti upacara, olahraga, ekstrakurikuler dan outing class dilarang.
Sekolah juga diminta memberikan fleksibilitas kepada siswa yang rentan terhadap kondisi kabut asap. Mereka tetap dapat mengikuti pembelajaran dari rumah melalui sistem daring.
Disdik bahkan menyiapkan skema pembelajaran hybrid. SMP Negeri 1 Pulau Punjung dijadikan lokasi uji coba, sehingga siswa yang tidak dapat hadir tetap mengikuti pelajaran secara daring bersama teman-temannya di kelas.
Sebelumnya, pembelajaran jarak jauh diterapkan sejak 10 September dan diperpanjang hingga 15 September karena kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.
Kini, meski titik panas di Dharmasraya dilaporkan tidak lagi terpantau sejak 12 September, pemerintah daerah tetap memantau kualitas udara dan membuka kemungkinan mengevaluasi kembali kebijakan pembelajaran sesuai kondisi lapangan.(*)




