Notification

×

Iklan

Iklan

Di Tengah Kabut Asap, SD Qurata A’yun 3 Tanah Datar Tetap Semangat Belajar dan Sadar Kesehatan

Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:03 WIB


TANAH DATAR, pasbana — Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan tidak menyurutkan semangat guru dan siswa Sekolah Dasar (SD) Qurata A’yun 3 Kabupaten Tanah Datar untuk tetap melaksanakan proses belajar mengajar.

Dengan mengedepankan kesadaran kesehatan, kegiatan pembelajaran tetap berlangsung dengan menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan.

Suasana pembelajaran di SD Qurata A’yun 3 menunjukkan bahwa kondisi lingkungan yang kurang bersahabat tidak serta-merta memadamkan semangat pendidikan. Para siswa tetap mengikuti pembelajaran dengan tertib, sementara guru berupaya menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan tetap memperhatikan kondisi kesehatan peserta didik.

Penggunaan masker menjadi salah satu bentuk kesadaran warga sekolah dalam menghadapi kondisi udara akibat kabut asap. Guru dan siswa tetap menjalankan aktivitas pendidikan dengan memperhatikan protokol kesehatan serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan selama proses pembelajaran.



Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan dapat terus berjalan melalui kemampuan sekolah untuk beradaptasi. Di balik masker yang digunakan para siswa, terlihat semangat untuk tetap belajar, bermain, berinteraksi, dan meraih cita-cita.

Semangat tersebut turut menjadi perhatian Tim Jurnalis dari Program Studi Jurnalistik Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), UIN Mahmud Yunus Batusangkar, yang berkunjung dan mencoba mengambil potret semangat pendidikan ke SD Qurata A’yun 3 Kabupaten Tanah Datar.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk melihat secara langsung aktivitas pendidikan di sekolah sekaligus mengabadikan cerita tentang ketangguhan guru dan siswa dalam menjalankan proses pembelajaran di tengah kondisi kabut asap.

Dalam kunjungan tersebut, tim melihat bagaimana kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Para siswa mengikuti pembelajaran dengan mengenakan masker, sedangkan guru tetap berupaya membangun suasana kelas yang aktif dan menyenangkan.

Bagi mahasiswa dan tim Jurnalistik Islam, pengalaman tersebut juga menjadi pembelajaran jurnalistik di lapangan. Lingkungan sekolah menjadi ruang untuk menemukan cerita human interest yang dekat dengan kehidupan masyarakat.




Kisah tentang guru yang tetap mengajar dan siswa yang tetap belajar di tengah kondisi kabut asap memperlihatkan bahwa jurnalistik tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga dapat merekam berbagai sisi kehidupan masyarakat yang memiliki nilai kemanusiaan dan inspirasi.

Pendidikan Tetap Menjadi Harapan

Kabut asap memang dapat mengurangi jarak pandang, tetapi tidak seharusnya mengurangi pandangan tentang masa depan. Di ruang-ruang kelas SD Qurata A’yun 3, harapan itu tetap tumbuh melalui aktivitas belajar yang terus berlangsung.

Kesadaran kesehatan dan semangat pendidikan berjalan beriringan. Masker menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga kesehatan, sementara buku, guru, dan ruang kelas menjadi bagian dari ikhtiar untuk membangun masa depan.

Apa yang berlangsung di SD Qurata A’yun 3 Kabupaten Tanah Datar menjadi potret sederhana tentang ketangguhan dunia pendidikan. Dalam situasi yang penuh tantangan, guru dan siswa tetap berusaha menjalankan proses pembelajaran dengan penuh semangat dan keceriaan.

Bagi Tim Jurnalis Prodi Jurnalistik Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar, kunjungan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk melihat sekaligus mendokumentasikan realitas pendidikan secara langsung.

Sebab, di tengah kabut yang membatasi pandangan, selalu ada harapan yang tidak pernah luput dari perhatian: anak-anak yang terus belajar, guru yang terus mengajar, dan cita-cita yang tetap menyala untuk masa depan.(*)


IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update