PADANG, pasbana — Pemerintah Kota Padang mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui kolaborasi lintas komunitas. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Marandang 2026, kegiatan yang digagas House of Padang Entrepreneur (HOPE) untuk mempertemukan berbagai komunitas sekaligus memperkenalkan potensi kreatif mereka kepada masyarakat.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Desember 2026 di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Padang. Dukungan itu disampaikan saat menerima audiensi komunitas HOPE di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (19/10/2026).
Fadly menilai, komunitas memiliki peran penting dalam melahirkan gagasan, inovasi, dan kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan ruang pertemuan yang memungkinkan komunitas dari berbagai bidang saling bertukar pengalaman dan membangun kemitraan.
Menurut dia, Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center menjadi salah satu fasilitas strategis untuk mendukung aktivitas tersebut. Pemerintah Kota Padang berencana terus membenahi fasilitas itu agar pemanfaatannya semakin optimal.
“Kita akan terus melakukan pembenahan terhadap Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center ini sehingga dapat semakin optimal dimanfaatkan sebagai ruang kreativitas, kolaborasi, dan pengembangan potensi komunitas di Kota Padang,” ujar Fadly.
Selain mendorong kreativitas, Marandang 2026 dinilai dapat memperkuat posisi kuliner Minangkabau sebagai bagian dari identitas dan daya tarik Kota Padang.
Pemerintah kota saat ini juga mengikuti proses penilaian di tingkat nasional untuk memperoleh kesempatan mewakili Indonesia dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) pada bidang gastronomi. Dukungan komunitas, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat dibutuhkan untuk memperluas pengenalan kekayaan kuliner daerah.
“Kami mohon dukungan dari para pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dan seluruh masyarakat agar upaya ini dapat berjalan dengan baik,” kata Fadly.
Ketua Tim Acara Marandang 2026, Mutiara Dwi Zonal, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah bagi komunitas untuk menampilkan karya, aktivitas, dan karakter masing-masing.
Menurut Mutiara, regenerasi anggota menjadi salah satu perhatian utama penyelenggara. Komunitas membutuhkan anggota baru agar aktivitas tetap berlanjut dan semangat kolaborasi terjaga.
“Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi komunitas untuk memperkenalkan potensi sekaligus membangun jejaring dengan komunitas lainnya. Kami mengajak seluruh teman-teman komunitas yang ada di Padang untuk bergabung bersama dalam Marandang 2026,” ujarnya.
Melalui agenda tersebut, penyelenggara berharap komunitas di Padang dapat memperluas jejaring, menemukan mitra baru, serta mengembangkan kegiatan secara berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan turut memperkuat ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan potensi gastronomi Padang ke tingkat nasional dan internasional.(*)




