JAKARTA, pasbana — Minum kopi kerap menjadi pilihan pengendara untuk menjaga kebugaran dan mengurangi rasa kantuk selama beraktivitas. Namun, ketika tubuh mulai kehilangan konsentrasi saat berkendara, kafein bukan jaminan seseorang tetap aman mengendarai sepeda motor.
Pentingnya mengenali batas kemampuan tubuh menjadi salah satu pesan dalam edukasi keselamatan berkendara yang digelar PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jakarta dan Tangerang. Kegiatan bertema “Secangkir Kopi Sejuta Mimpi” tersebut diikuti sekitar 150 pelajar SMK di Tangerang pada Senin, 28 September 2026.
Keselamatan Berkendara Dimulai Sebelum Menyalakan Motor
Dalam kegiatan yang berlangsung di Safety Riding Center WMS itu, peserta diajak memahami bahwa keselamatan di jalan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan mengendalikan kendaraan. Kondisi fisik, kesiapan mental, konsentrasi, serta kemampuan mengambil keputusan juga berperan penting.
Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menegaskan bahwa pengendara perlu memperhatikan sinyal kelelahan sebelum memutuskan melanjutkan perjalanan.
“Berkendara aman dimulai dari kemampuan kita mengenali kondisi diri sendiri. Ketika tubuh sudah memberikan tanda lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri untuk tetap melanjutkan perjalanan. Berhenti dan beristirahat merupakan pilihan yang jauh lebih aman dibandingkan mengambil risiko di jalan,” ujar Agus.
Pesan tersebut relevan bagi pengendara yang menempuh perjalanan panjang maupun mereka yang menggunakan sepeda motor untuk menunjang kegiatan sehari-hari.
Kopi Bukan Pengganti Tidur
Sesuai tema acara, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai jenis kopi, manfaat, kekurangan, dan pengaruh konsumsi kopi terhadap tubuh. Pembahasan ini dikaitkan dengan kebiasaan anak muda yang mengandalkan kopi untuk menemani aktivitas.
Meski kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara, efeknya tidak menghapus kebutuhan tubuh terhadap tidur dan pemulihan. Karena itu, pengendara tidak seharusnya menjadikan kopi sebagai alasan untuk mengabaikan rasa kantuk.
“Ngopi boleh, tidak dilarang, akan tetapi jangan sampai membuat kita salah memahami kemampuan tubuh. Ketika sudah mengantuk, solusi yang paling aman bukan memaksakan diri untuk tetap berkendara. Kenali kondisi tubuh dan pilih keputusan yang paling aman,” kata Agus.
Pelajar Didorong Memahami Risiko di Jalan
Edukasi tersebut turut menghadirkan Kanit Lantas Polsek Metro Karawaci, Iptu Alex Rusman, S.H., M.M., yang memberikan pemahaman mengenai faktor risiko kecelakaan dan pentingnya menaati aturan lalu lintas.
Kegiatan dilengkapi pre-test, post-test, sesi tanya jawab, serta tantangan membuat konten media sosial. Melalui kampanye #Cari_Aman, WMS berharap peserta dapat menyebarkan pemahaman keselamatan berkendara kepada lingkungan sekitarnya.
Bagi pengendara, prinsipnya sederhana: jika kantuk mulai mengganggu, menepilah di tempat aman dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Keselamatan jauh lebih penting daripada tiba lebih cepat di tujuan.(*)




