LOMBOK, pasbana— Persaingan MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali menghadirkan peluang bagi para pembalap untuk mengukuhkan dominasi. Namun, hingga kini, belum ada satu pun pembalap yang berhasil memenangi balapan kelas utama di sirkuit tersebut lebih dari sekali.
Nama Pedro Acosta layak mendapat perhatian menjelang balapan 9–11 Oktober 2026. Pembalap Red Bull KTM itu dua kali finis sebagai runner-up di Mandalika, masing-masing pada 2024 dan 2025. Konsistensi tersebut menjadi modal penting bagi Acosta untuk mengejar kemenangan pertamanya di sirkuit kebanggaan Indonesia itu.
Sejak masuk kalender MotoGP pada 2022, Mandalika dikenal sebagai salah satu lintasan yang sulit ditaklukkan secara berulang. Empat edisi balapan sebelumnya menghasilkan empat pemenang berbeda, memperlihatkan ketatnya persaingan di kelas premier.
Miguel Oliveira membuka daftar pemenang pada 2022 bersama KTM. Setahun kemudian, giliran Francesco Bagnaia yang membawa Ducati meraih kemenangan. Pada 2024, Jorge Martin menjadi pembalap tercepat, sebelum Fermin Aldeguer merebut gelar juara pada 2025 bersama Gresini Racing.
Pergantian pemenang tersebut membuat MotoGP Indonesia memiliki daya tarik tersendiri. Nama besar dan reputasi tim belum cukup untuk menjamin kemenangan, terlebih karakter lintasan, pengelolaan ban, serta kondisi cuaca dapat memengaruhi jalannya balapan.
Acosta menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing di Mandalika. Dua kali finis di posisi kedua menjadi bukti bahwa pembalap Spanyol tersebut memiliki potensi untuk melangkah lebih jauh pada musim ini.
Meski demikian, peluang kemenangan tidak hanya bergantung pada performa individu. Persaingan dengan Jorge Martin, Marc Marquez, serta para pembalap unggulan lainnya membuat perebutan podium tetap terbuka.
Sementara itu, Fermin Aldeguer datang sebagai juara bertahan. Status tersebut memberinya pengalaman berharga, tetapi belum menjamin keberhasilan mengulang hasil tahun sebelumnya.
MotoGP Indonesia 2026 pun menjadi ujian bagi seluruh kandidat juara. Jika Acosta mampu mengonversi konsistensinya menjadi kemenangan, ia berpeluang mematahkan tren pergantian juara sekaligus mencatatkan sejarah baru di Mandalika.(*)




