Pasbana - Timnas Putri Indonesia menutup dua pertandingan FIFA Matchday Oktober 2026 dengan hasil imbang tanpa gol. Setelah bermain seri melawan Armenia, skuad Garuda Pertiwi kembali gagal mencetak gol saat menghadapi Yordania dalam laga persahabatan di Aqaba, Selasa (13/10/2026).
Dua hasil tersebut menjadi catatan penting bagi tim asuhan pelatih Indonesia dalam mengevaluasi efektivitas serangan dan konsistensi permainan. Meski belum mampu meraih kemenangan, timnas putri mendapatkan kesempatan menguji kekuatan menghadapi lawan dari kawasan berbeda dalam agenda internasional.
Pertahanan Solid, Penyelesaian Akhir Jadi Sorotan
Pertandingan melawan Yordania berlangsung di Stadion Aqaba Development, Aqaba. Tim tuan rumah beberapa kali memberikan tekanan melalui serangan langsung dan bola mati, tetapi lini pertahanan Indonesia mampu meredam sejumlah peluang berbahaya.
Penjaga gawang Laita Masykuroh turut berperan menjaga gawang Indonesia tetap aman. Ia menggagalkan peluang melalui tendangan bebas Aya Al Majali, sementara upaya Enas Jumaian berhasil diblok bek Pauline Van de Pol.
Indonesia juga berusaha membalas tekanan lawan melalui serangan balik cepat. Claudia Scheunemann sempat memperoleh kesempatan untuk mencetak gol, tetapi tembakannya dapat dihentikan kiper Yordania, Shereen Al-Shalabi.
Peluang lain hadir melalui Estella Loupatty pada babak kedua. Namun, tendangannya belum menemui sasaran sehingga Indonesia kembali harus puas dengan skor kacamata hingga pertandingan berakhir.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia mampu menjaga keseimbangan pertahanan ketika menghadapi tekanan lawan. Di sisi lain, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah agar peluang yang tercipta dapat dikonversi menjadi gol.
Modal Evaluasi untuk Laga Internasional Berikutnya
Sebelumnya, Indonesia juga bermain imbang 0-0 melawan Armenia pada 10 Oktober 2026. Dengan demikian, dua pertandingan dalam agenda FIFA Matchday Oktober berakhir dengan skor identik.
Rangkaian uji coba ini memberi kesempatan bagi tim pelatih mengevaluasi organisasi pertahanan, transisi permainan, serta koordinasi antarpemain ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda.
Bagi Garuda Pertiwi, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan disiplin di lini belakang, tetapi juga meningkatkan kreativitas serangan dan ketajaman di depan gawang. Hasil evaluasi dari dua pertandingan tersebut dapat menjadi bekal untuk memperbaiki performa pada agenda internasional selanjutnya.(*)




