Notification

×

Iklan

Iklan

Kaya Aset Belum Tentu Sejahtera, Mengapa Likuiditas Keuangan Penting?

Kamis, 05 November 2026 | 09:47 WIB
 


Pasbana - Memiliki rumah mewah, tanah luas, dan berbagai properti bernilai miliaran rupiah belum tentu menjamin seseorang memiliki kondisi keuangan yang sehat. Terlebih ketika memasuki masa pensiun, kekayaan yang menumpuk dalam bentuk aset belum tentu mudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Fenomena ini dikenal sebagai asset rich, cash poor, yakni kondisi ketika seseorang memiliki kekayaan besar, tetapi kekurangan uang tunai atau aset likuid.

Bayangkan seorang pensiunan memiliki rumah senilai Rp4 miliar, dua bidang tanah senilai Rp3 miliar, serta rumah kontrakan bernilai Rp2 miliar. Ditambah tabungan Rp300 juta, total kekayaannya mencapai lebih dari Rp9 miliar. Secara nominal, ia tergolong kaya. Namun, ketika membutuhkan dana mendadak, belum tentu seluruh kekayaannya bisa segera dimanfaatkan.

Persoalannya terletak pada likuiditas, yaitu kemampuan mengubah aset menjadi uang tunai tanpa kehilangan nilai secara signifikan. Menjual tanah atau rumah membutuhkan waktu, proses administrasi, dan negosiasi harga. Bahkan, dalam kondisi mendesak, pemilik bisa terpaksa menjual aset di bawah harga pasar.

Risiko ini semakin penting diperhatikan ketika seseorang pensiun dan penghasilan rutin dari pekerjaan berhenti. Sementara itu, kebutuhan hidup, biaya kesehatan, dan tanggungan keluarga tetap berjalan.

Karena itu, perencanaan keuangan masa pensiun tidak cukup hanya berorientasi pada akumulasi kekayaan. Komposisi aset juga perlu diperhatikan agar tersedia dana tunai yang memadai.

Strateginya dapat dilakukan melalui diversifikasi kekayaan, penyediaan dana darurat, serta pengelolaan aset produktif yang menghasilkan pendapatan rutin.

Pada akhirnya, kekayaan bukan sekadar seberapa besar nilai aset yang dimiliki, melainkan seberapa mampu aset tersebut menopang kehidupan. Pensiun yang sejahtera membutuhkan keseimbangan antara kekayaan, pendapatan, dan likuiditas keuangan.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update