Notification

×

Iklan

Iklan

Peringati Hari Pohon Sedunia, Milenial Sumbar Tanam 1001 Pohon

26 November 2019 | 09:28 WIB Last Updated 2020-01-14T08:32:49Z

Sumatera Barat, Pasbana -- Menyambut Hari Pohon Sedunia yang diperingati setiap 21 November, satu kelompok millennial Sumatera Barat mengisinya dengan “Aksi Nyata 1001 Pohon Dalam Menjaga Hutan, Merawat Sungai Untuk Generasi Masa Depan” .

Aksi ini diisi dengan melakukan edukasi menanam pohon ke anak anak di jorong Jambak, Nagari Kasang, Kabupaten Padang Pariaman.

Partisipasi NGO (Non Government Organisazion), komunitas dan mahasiswa diantaranya Sumbar SDGs, Paga Nagari, WALHI Sumatera Barat dan SMA 86 Jakarta dalam melakukan edukasi pada anak usia dini.

Koordinator Sumbar SDGs, Gusti Rahmat mengungkapkan Aksi nyata 1001 pohon ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak Sekolah Dasar tentang pentingnya menjaga alam sekitar, terutama merawat hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai sebuah satu kesatuan ekosistem darat.

"Anak-anak disini kita diberikan satu bibit pohon asuh untuk dijaga dan dirawat, jenis bibit pohon diberikan beragam, mulai dari bibit pohon mahoni, surian, bayur, durian dan sirsak. Pohon ditanam di sekitar pekarangan rumah baca dan kiri kanan sepanjang aliran sungai," ujar Gusti Rahmat, Senin (25/11/2019).

Dengan kegiatan tersebut, anak-anak lebih mengerti pentingnya menjaga lingkungan serta merawat pohon melalui penanaman pohon dengan bibit pohon asuh.

Sementara Direktur Paga Nagari, Zulpriadi menjelaskan bahwa penanaman pohon yang diinisiasi oleh millennial dan kalangan muda dengan mengajak anak anak usia dini merupakan hal positif bagi generasi muda di Sumbar.

"Edukasi ini penting, seperti penanaman pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) guna mendorong partisipasi publik dalam mencegah deforestasi dan degradasi lahan yang saat ini massif terjadi di Sumbar. Alih fungsi lahan hutan ini mengakibatkan bencana seperti banjir dan longsor, seperti yang sama-sama kita dengar di pemberitaan beberapa hari ini di beberapa wilayah di Sumbar," pungkas Zulpriadi.

Untuk diketahui, Hari Pohon Sedunia diperingati untuk  menghormati jasa-jasa J. Sterling Morton pada 1872, seorang pecinta alam dari Amerika. Ia sangat gigih mengkampanyekan gerakan menanam pohon.

Mula-mula alasannya sederhana, ia sangat berharap adanya pohon untuk berteduh, pemecah angin, dan fungsi pohon lainnya. Orang mulai menyetujui ajakan Morton untuk peduli pada pohon.

Sejak itu, muncullah opini dan kebijakan untuk menanam dan merawat pohon. (Rel/covesia)