Wujudkan Kampung Literasi, Seluruh Lapisan Masyarakat Tanah Pak Lambiak Adakan Goro -->

Iklan Semua Halaman


Wujudkan Kampung Literasi, Seluruh Lapisan Masyarakat Tanah Pak Lambiak Adakan Goro

Admin Minangkabau
22 March 2020
Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Mardiansyah ikut serta dalam kegiatan Goro di lokasi bakal pendirian Taman Bacaan Masyarakat ( foto: ist )

Padang Panjang, Pasbana -- Menjadi Kampung Literasi ! Itulah tekad dan target yang dicanangkan oleh warga Kelurahan Tanah Pak Lambik (TPL), Kota Padang Panjang.

Untuk mengejar target dalam menggerakkan kegiatan literasi, lurah dan warga bergerak cepat dan sinergi.

Tidak tanggung-tanggung, dua lokasi gerakan literasi disiapkan sekaligus. Pertama Pondok Baca Van Lamberg di RT 1 dan Taman Bacaan Masjid (TBM) Nurul Furqan di RT VI. 

Warga dari semua lapisan bersama lurah, LPM, PKK, Karang Taruna dan sebagainya melaksanakan gotong royong menyiapkan lokasi Pondok Baca Van Lamberg. Turut serta Ketua DPRD Padang Panjang, Mardiansyah yang juga warga TPL pada Minggu (22/03).

"Kami mendukung penuh tekad menjadikan TPL sebagai kampung literasi. Apapun kebutuhannya, selama bermanfaat buat masyarakat, kita bantu dan carikan jalan keluarnya," kata Mardiansyah, didampingi Lurah TPL, Junaidi. 

Pondok baca inj, timpal Junaidi, akan menjadi basis kegiatan literasi inklusi sosial. Tidak sekadar menumbuhkan gemar membaca, tapi juga menjadi pusat kegiatan seni, budaya, keterampilan, dan sebagainya. 

"Kelurahan akan memfasilitasi," tegas Lurah Tanah Pak Lambiak. 

Penamaan Pondok Baca Van Lamberg, jelas lurah, adalah akronim dari Literasi Anak Muda Berdaya Guna. Karena kegiatan ini digerakkan anak-anak muda dan berkolaborasi dengan banyak pihak.

"Van Lamberg sendiri tidak bisa dilepaskan dari sejarah Tanah Pak Lambik. Van Lamberg adalah orang Belanda yang memiliki lahan luas di daerah ini. Dari Van Lamberg, perlahan berubah penyebutannya menjadi Pak Lambik dan kemudian dijadikan nama kelurahan," terangnya. 

Sementara itu untuk TBM Nurul Furqan, juga sudah dipersiapkan pembuatan rak bukunya. Ditargetkan saat Ramadhan, TBM ini sudah beroperasi dan bisa dimanfaatkan jamaah yang beribadah ke masjid. 

"Jika ini terwujud, maka Nurul Furqan menjadi taman bacaan masjid yang pertama ada di Kota Padang Panjang," timpal Ustadz Erianto yang turut menginisiasi gerakan literasi ini. (*)